. . .

International Training Program Jica Resmi Ditutup

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU – Setelah beberapa hari berada di Pringsewu mengikuti program pelatihan bagi negara-negara ketiga (third country training program), sebuah program pelatihan internasional yang diselenggarakan oleh badan kerjasama internasional Jepang (Japan International Cooperation Agency / JICA), terutama dalam hal pengaplikasian buku kesehatan ibu dan anak (KIA) bagi masyarakat, akhirnya para peserta pelatihan yang berasal dari negara Laos, Kamboja, Afghanistan dan Tajikistan, serta peserta lokal dari provinsi Sulawesi Utara dan Jawa Timur harus mengakhiri kegiatan tersebut.

Wakil Bupati Pringsewu, Fauzi menutup kegiatan tersebut di Pop Meeting Ballroom, Urbanstyle by Frontone Hotel, Pringsewu, Kamis (1/11) petang.

Acara penutupan program sekaligus pelepasan para peserta, ditandai dengan penyerahan sertifikat  dari pihak JICA yang diserahkan oleh Senior Advisor on Health JICA, Mrs.Keiko Osaki,  masing-masing kepada Ms.Khantong Keomoungkhon, Mr.Khammany Phommachanch dan Mr.Xaisomphone Mouksavanh, kesemuanya dari Laos, kemudian Ms.Zelaikha Anwari, Mr.Jamal Abdul Nasir Jamal Watanyar, Mr.Mohammad Hamayoun Ludin, Mr.Sayed Ali Aqa Ayoub Nasseri dan Ms.Fahima Sadat, kesemuanya dari Afghanistan, kemudian Mr.Chamnan Nhek, Ms.Ngim Heng, dan Ms.Pheach You, kesemuanya dari Kamboja, serta Ms.Dilnoza Rakhmatulloeva dari Tajikistan, juga peserta lokal dari provinsi Sulawesi Utara dan Jawa Timur.

Serta pemberian cinderamata berupa replika gapura bambu dari Pemerintah Kabupaten Pringsewu yang diserahkan oleh Wakil Bupati Pringsewu kepada pihak Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Sekretariat Negara RI, pihak JICA, juga kepada perwakilan peserta dari Afghanistan, Tajikistan, Kamboja dan Laos. Serta cinderamata dari peserta dari negara Laos kepada Wakil Bupati Pringsewu.

Acara tersebut juga diselingi dengan hiburan berupa kesenian tradisional musik angklung oleh anak-anak sekolah dasar, tarian tradisional Lampung, serta kabaret drama bertema buku kesehatan ibu dan anak.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, beberapa observer, diantaranya Mr.Khaksar Yousufi dan Mr.Ahmad Mudassir Rasuli dari Afghanistan, observer dari Kamboja, Ms.Masako Yoko dan Ms.Sopheasavetey Ros, serta observer dari Tajikistan Mr.Shokirjon Mahmadov.

Juga dari pihak Japan International Cooperation Agency,   Senior Advisor on Health JICA, Mrs.Keiko Osaki dan Senior Representatif JICA Indonesia Mr.Shunsuke Takatoi,  serta para pendamping dari Kementerian Kesehatan RI, yakni Direktur Kesehatan Keluarga dr.Eni Gustina, M.P.H., Kasubdit Kesehatan Balita dan Anak Prasekolah dr.Ni Made Diah, M.K.M., serta Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dr.Kirana Pritasari, M.Q.l.H. Juga dari Kementerian Sekretariat Negara, yakni Kepala Bagian Kerjasama Teknik Multilateral dan Organisasi Internasional Non Pemerintah, Biro Kerjasama dan Teknik Luar Negeri, M.Fahrurozi, serta jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Kadis Kesehatan Kabupaten Pringsewu Purhadi, M.Kes. beserta jajaran.

Mr.Khammany Phommachanch, seorang peserta dari Laos, mewakili para peserta dari keempat negara, saat menyampaikan kesan dan pesan mengatakan bahwa kehadiran dirinya bersama rekan yang lain dan menjadi peserta pelatihan  ini merupakan suatu kehormatan.

Khammany juga mengucapkan terima kasih kepada para pejabat Pemerintah Kabupaten Pringsewu dan juga Tanggamus, untuk keramah-tamahan dan kebaikan yang diberikan. Ia mengaku sangat menikmati selama berada di Pringsewu.BPengalaman maupun ilmu yang telah didapatkan selama di Pringsewu akan ia terapkan di negaranya.

Senior Advisor on Health JICA, Mrs.Keiko Osaki, saat memberikan sambutan berharap para generasi muda dapat terus berinovasi. “Kita semua harus banyak belajar dan banyak melakukan inovasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Kesehatan Balita dan Anak Prasekolah dr.Ni Made Diah, M.K.M. dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus, serta semua pihak yang telah mendukung dan membantu kelancaran dan kesuksesan kegiatan tersebut. “Kita semua sedang belajar bagaimana mengaplikasikan buku kesehatan ibu dan anak ini. Dan, banyak pesan yang didapatkan dari berbagai presentasi maupun kunjungan ke berbagai tempat di sini,” katanya, sekaligus berharap semua peserta mendapatkan pemahaman tentang buku KIA tersebut.

Wakil Bupati Pringsewu Dr.Hi.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A. dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta atau  partisipan dari empat negara, untuk pihak JICA, Pemerintah Provinsi Lampung, Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Sekretariat Negara RI, yang telah menjadikan Kabupaten Pringsewu sebagai tempat pembelajaran.

Wabup Pringsewu juga memohon maaf manakala terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun pelayanan di Pringsewu. “Kalau bisa, seluruh peserta dapat lebih lama lagi berada di sini, karena sebetulnya masih banyak yang belum dilihat,” katanya.

Dikatakan pula oleh Wakil Bupati Pringsewu, bahwa Pringsewu memang tidak mempunyai laut, akan tetapi memiliki lautan hati yang sangat luas, sehingga masyarakat Pringsewu akan selalu menyambut tamu dengan gembira.

Terkait masalah pelayanan bidang kesehatan masyarakat, Wabup Pringsewu juga mengungkapkan bahwa bukan hanya bayi dan balita saja yang diperhatikan oleh Pemkab Pringsewu, namun juga para lanjut usia (lansia), sehingga di Kabupaten Pringsewu juga terdapat posyandu lansia. (rez/hkw)

error: Content is protected !!