. . .

Inspektorat Pesibar akan Panggil Pj Peratin Pekon Asahan

image_print

Terkait Dugaan Nepotisme Aparat Pekon

TRANSLAMPUNG.COM, PESIBAR – Inspektorat Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar),  akan segera panggil Pj Peratin Pekon Asahan Way Sindi,  Kecamatan Karya Penggawa terkait dugaan nepotisme aparat pekon yang dipimpinnya. Menurut irban l,  Muhyin mengatakan pihaknya akan segera memangil Pj pratin pekon tersebut guna dimintai keterangan secara admistrasi.

“Beberapa hari yang lalu telah kita periksa terkait pembukaan badan jalan, akan tetapi jika terkait masalah aparatur pekon yang di beritakan oleh translampung.com ini belum kita periksa.  Mengingat inspektorat masih banyak pekerjaan, “ujarnya kepada translampung.com, pada Rabu (8/8) di ruangannya.

Adapun jadwal waktu pemangilan Pj Pekon Asahan Way Sindi tersebut dalam waktu dekat ini yakni satu sampai tiga hari kedepan, dan kita akan koordinasikan terlebih dahulu kepada Tapem untuk secara aturannya.

” Besok akan kita buat surat pemanggilan tersebut, dan terlebih dahulu akan kita sampaikan kepada Infektur di infektorat, dan kita akan jadwalkan dengan pekerjaan kami di Infektorat. Akan tetapi kami pihak infektorat dalam hal ini irban l optimis akan memangil Pj pekon tersebut dalam waktu dekat,  “tegasnya.

Seperti yang ketahui telah di berikakan sebelumnya, menurut masyarakat setempat ramai mengeluhkan tumpang tindihnya paratur pekon oleh suaminya dan keluarga besarnya.

Menurut warga Pekon Asahan Way Sindi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, jabatan yang seharusnya dikerjakan oleh Pj peratin pekon tersebut akan tetapi banyak turut campur dari pihak keluarga.

“Ya setiap mau membeli matreal kantor harus atas persetujuan sang suami, bapak kandungnya dan tidak atas persetujuan yang sebagai mana pemerintahan pekon yang lain lakukan,”ujarnya kepada translampung.com pada, Rabu (1/8) di kediamannya.

Dijelaskannya, seperti halnya pada waktu pengerjaan balai pekon yang seharusnya masyarakat pekon itu sendiri tapi, Pj pekon tersebut lebih memilih pekerja dari luar pekon dan bukan untuk memberdayakan masyarakat setempat yang memang membutuhkan pekerjaan.

” Seperti, Medi Kismanto ketua TPK Gerbang Saburai Pekon Asahan Way Sindi yang juga seorang tukang bangunan, pernah meminta agar pekerjaan itu dikerjaan dengan cara memberdayakan masyarakat pekon itu sendiri, namun di tolak oleh ayah sang Pj dan bukan berdasarkan penolakan Pj Pekon Asahan Way Sindi,” terangnya.

Sementara dikonfirmasi ditempat berbeda Pj pekon Asahan Way Sindi, Lesi Yulastri, Spd menyangkal semua hal yang di tujukan kepada dirinya, dan berdalih bahwa semua sudah sesuai dengan prosedur pekon.

“Itu kan sumber berita dari orang orang yang tidak suka dengan saya. Dan saya sudah mengetahui itu semua informasi dari peratin yang lama kan,”tuturnya dengan nada tinggi.

Disinggung mengenai turut campur sang ayah dan suaminya dalam pemerintahan ia meyampaikan bahwa hal tersebut sah-sah saja, mengingat yang turut campur itu merupakan suaminya.

“Ya mau gimana namanya juga suami, pasti ada turut campurnya apa lagi saya perempuan, dan saya sanggup mempertangung jawaban semua yang saya sampaikan, “kilah dia. (r7)