. . .

Inkrah, Kejari Tanggamus Musnahkan 4 Senpi dan Beragam Narkoba

image_print
MUSNAHKAN BARANG BUKTI: Kajari Tanggamus David Palapa Duarsa bersama sejumlah Kasi dan perwakilan dari Polres Tanggamus memusnahkan barang bukti tipidum yang sudah inkrah berupa empat pucuk senpi dan beragam narkoba, Rabu (14/11) siang. (Foto: IST)  

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Kepala Kejaksaan negeri Tanggamus David Palapa Duarsa, S.H., M.H. memimpin pemusnahan sejumlah barang bukti yang telah memiliki ketetapan hukum dari perkara tindak pidana umum (tipidum). Pemusnahan tersebut berdasarkan Surat Perintah Kajari Tanggamus, nomor: PRINT-160/N.8.16/Fu.2/11/2018, tentang Pembentukan Panitia Pemusnahan Barang Bukti yang telah Memperoleh Kekuatan Hukum Tetap.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman belakang Kantor Kejari Tanggamus, Rabu (14/11) siang. Barang bukti yang dimusnahkan, terdiri dari narkoba, seperti pil ekstasi, sabu-sabu, ganja, serta alat isap sabu (bong). Kemudian ada senjata api dan senjata tajam.

Kajari David Palapa Duarsa menjelaskan, barang bukti narkotika yang dimusnahkan, sabu-sabu seberat 12,6721 gram, ganja seberat 109,4747 gram, ekstasi seberat 3,1548 gram, dan obat-obatan terlarang jenis hexymer sebanyak 2.004 butir.

”Lalu untuk senjata api ada empat pucuk. Terdiri dari satu pucuk senpi jenis Revolver berikut amunisi dan tiga senpi rakitan. Kemudian untuk senjata tajam, satu kami musnahkan. Sisanya kami serahkan ke Sat Brimobda Lampung untuk dimusnahkan oleh mereka,” terang kajari, didampingi Kepala Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan, Ali Habib, S.H.

Ada sejumlah cara yang digunakan Korps Adhyaksa dalam memusnahkan barang bukti. Untuk narkotika jenis sabu-sabu, dimusnahkan dengan cara dimasukan ke dalam air yang sudah dicampur garam. Selanjutnya diaduk dan dibuang di sebuah lubang drainase. Untuk jenis pil ekstasi, ditumbuk lalu dilarutkan ke dalam air dan dibuang.

”Terhadap barang bukti senpi dan sajam, dimusnahkan dengan cara dipotong dengan alat pemotong. Lalu barang bukti lain termasuk narkotika jenis ganja, kami bakar dalam sebuah tong,” beber David Palapa Duarsa.

Dalam kesempatan itu, David menekankan kepada para jaksa, untuk lebih teliti dalam menerima barang bukti perkara, baik dari kepolisian maupun BNN. Sebab kejari juga ada standar operasional prosedur (SOP) dalam penerimaan barang bukti hasil pelimpahan tahap ke-2.

”Misalnya barang bukti itu harus dilak dan ada stampel laboratorium apabila barang bukti narkoba. Kami juga akan melakukan uji ulang untuk menjamin keaslian. Kalau tidak asli, maka tidak kami terima pelimpahan kedua tersangkanya dan barang buktinya,” papar Kajari Tanggamus. (*)

TUNJUKKAN BARANG BUKTI: kajari Tanggamus David Palapa Duarsa (kedua dari kanan) bersama jajaran dan perwakilan dari Polres Tanggamus menunjukkan barang bukti senpi Revolver rakitan sebelum dimusnahkan. (Foto: IST)

JPU Dilarang Bawa Pulang Barang Bukti

KEMUDIAN pada kesempatan itu, Kajari Tanggamus David Palapa Duarsa juga melarang Jaksa Penuntut Umum membawa barang bukti pulang ke rumah. Artinya setelah persidangan, barang bukti tersebut dikembalikan lagi ke petugas barang bukti yang sudah ditunjuk Kepala Seksi Barang Bukti.

”Tidak saya izinkan Jaksa Penuntut Umum membawa barang bukti pulang ke rumah. Berapa (BB) yang keluar untuk persidangan, saat pulang jumlahnya harus sama. Kalau tidak, maka siap-siap (JPU) diberi sanksi,” tegas David.

Untuk pemusnahan barang bukti, kajari menambahkan, tidak ada jadwal pasti. Sebab barang bukti yang dimusnahan, merupakan perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah) dan pemusnahan juga tidak terjadwal.

”Artinya kalau sudah terkumpul banyak dan dirasa patut (dimusnahkan), maka kami musnahkan,” tandas Kajari Tanggamus.

Pemusnahan barang bukti tersebut juga dihadiri sejumlah kepala seksi di kejari setempat dan sejumlah personel perwakilan dari Polres Tanggamus. (ayp)