. . .

Ini Tanggapan Bupati Way Kanan Terkait Kebakaran Limbah PT SGS

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BLAMBANGAN UMPU – Terkait kebakaran Limbah PT. Sumber Graha Sejahtera(SGS) yang terjadi dari hari Jum’at (27/07) kemarin dan tak kunjung padam, sehingga menyebabkan kepulan asap yang cukup tebal di wilayah kampung Cugah kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan, mendapat tanggapan Serius dari Bupati Way Kanan, Raden Adipati Surya.

Adipati mengatakan bahwa, sebelumnya Ia sudah mendengar kabar terkait kebakaran Limbah tersebut, dan menurutnya kebakaran itu harus segera di padamkan karena jika tidak segera ditangani di takutkan akan menjadi isu Nasional mengingat Kabupaten Way Kanan berjarak cukup dekat dengan pelaksanaan Asian Games tahun 2018 di Provinsi Sumatera Selatan.

“Ini harus segera kita tangani, karena nanti jadi isu Nasional kalau tidak segera kita tangani. Mengingat inikan menjelang Asian Games dan kita tahu bahwa Way Kanan itu tidak terlalu jauh dengan Sumatera Selatan, Titik kebakaran itu juga ternyata di pantau oleh pihak Polda dan Pihak pihak terkait jadi secepatnya harus kita selesaikan,” Kata Bupati Way Kanan ketika di konfirmasi oleh Translampung.com, Senin (30/07).

Bupati juga menjelaskan kalau saat ini pihaknya seperti TRC BPBD, Damkar juga di bantu dari TNI Polri sudah berada di lokasi kebakaran dan sedang berupaya memadamkan api.

“saya mendapat laporan bahwa tumpukan Limbah itu memang cukup banyak jadi memang agak sulit untuk memadamkan apinya. Tapi kita masih berupaya, mudah mudahan secepatnya akan kita selesaikan,” jelasnya.

Selanjutnya, tambah Bupati, Pihaknya akan segera memanggil pihak perusahaan untuk melakukan koordinasi bagaimana supaya mengelola limbah pabrik Triplek tersebut dengan baik. sehingga tidak terulang lagi kejadian seperti saat ini.

Ditanya soal Sanksi apa yang bisa diberikan kepada perusahaan atau pihak kedua, ketiga yang mengelola limbah itu, Bupati muda itu menjawab agar dilihat dulu aturan-aturan yang ada seperti apa. yang jelas harapan Bupati kedepannya, kejadian seperti ini tidak terulang lagi di tahun berikutnya.

“sangsi untuk perusahaan atau pihak kedua ketiga yang mengelola limbah itu, kita lihat dulu aturannya seperti apa. Yang jelas kejadian ini jangan sampai terulang lagi,” Imbuhnya. (migo)

error: Content is protected !!