. . .

Ini Penuturan Teman dan Murid Qurniawan, Jamaah Haji yang Meninggal Asal Metro

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, METRO – Kabar duka berasal dari rombongan haji asal Kota Metro, Lampung. Seorang jamaah haji pria bernama Akhmad Qurniawan Basirun Majid, asal jalan Hasanudin, Metro Pusat yang juga merupakan guru olahraga SMA N 1 Kota Gajah meninggal dunia.

Dari data yang dihimpun, semua sahabat dan murid almarhum mengaku terkejut dan mendoakan agar almarhum mendapat tempat yang terbaik di sisi tuhan.

Salah satu teman almarhum adalah Nanang warga Margorejo, Metro Selatan yang merupakan pernah satu tempat mengajar di SMA N 1 Punggur bercerita tentang almarhum.

Nanang yang juga merupakan guru olahraga mengatakan, almarhum semasa hidupnya orangnya ramah dan mudah bergaul. “Pinter gaul kok, dia dalam pergaulan gak milih-milih konco (teman,red),” ujar Nanang saat dihubungi, Rabu (29/8/2018).

Nanang bercerita bahwa dia dan almarhum pernah satu tempat mengajar olahraga. “Konco, mbiyen (dulu, red) pernah ngajar bareng di SMA N 1 Punggur, di mata murid juga orangnya enak, sampai murid-murid masih dekat hingga sekarang,” kenang Nanang yang sudah kenal dengan almarhum selama 8 tahun.

Nanang mengatakan, pernah memiliki pengalaman manis ketika dirinya ingin pindah mengajar ke SMP N 1 Metro, namun almarhum sempat bertanya, tepatnya saat kegiatan MGMP terakhir di daerah Trimurjo.

“Ngopo pindah? Loh ngopo ndadak pindah ben aku ijek enek konco, moso’ pindah adoh-adoh,” cerita Nanang menirukan kata-kata almarhum yang seolah berat meninggalkan teman dekatnya.

Di tempat berbeda, Indra salah satu mantan murid almarhum di SMA N 1 Punggur mengatakan, bahwa almarhum semasa hidupnya sangat baik dan dirinya selama diajar oleh almarhum di tahun 2008 sangat berkesan.

“Saya pernah dibilang, saat lompat jauh dibilang, nilai kamu bagus le, ya pokoknya disemangati mas,” kata Indra sambil mengenang masa-masa diajar oleh almarhum.

Indra melanjutkan, bahkan meskipun almarhum sudah pindah mengajar ke SMA N 1 Kota Gajah, almarhum masih ingat dengan dirinya. “Saya pernah dipanggil, Indra apa kabarnya, bahkan dia masih ingat walau sudah lama gak ketemu, luar biasa orangnya mas,” kata Indra.

Indra yang juga merupakan, satu desa dengan almarhum yakni di Nunggal Rejo mengatakan di masyarakat juga almarhum sangat baik. “Setahu saya orangnya baik banget, yang paling baik, kurban gak pernah telat setiap tahun, orangnya ramah,” kenang Indra. (suf)

error: Content is protected !!