. . .

Ini Kronologi Ketegangan antara PPL vs Oknum Pendukung Paslon De-Sa di Pekon Srimenganten, Versi Ketua Panwaslu

image_print
BERSAMA INSAN PERS: Cabup Tanggamus nomor urut 1 Hj. Dewi Handajani (kiri) saat menjawab pertanyaan para wartawan usai kampanye di pekon-pekon. (Foto: DOK)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Dari informasi yang berkembang, Ketua Panwaslu Kabupaten Tanggamus Dedi Fernando mengatakan, awalnya tiga petugas PPL dan satu petugas panwas, mengawasi kedatangan Dewi Handajani dan rombongan ke rumah Kakon Srimenganten, Satria Jaya.

“Tujuannya untuk mengetahui apa yang dilakukan calon, apa kegiatannya di rumah kakon, dan untuk mendokumentasikannya dengan memfoto kegiatan di ruangan tersebut. Sebelum mendokumentasikan atau memfoto, Nando mengatakan, PPL mengaku sudah minta izin terlebih dahulu. Namun kemudian yang di dalam ruangan sudah pada ribut dengan meneriakkan tidak boleh memfoto.

Ini menarik, baca juga: Panwaslu Tanggamus Tuding Oknum Pendukung De-Sa Arogan dan Halangi Tugas PPL

Tak lama kemudian, keluar dua orang yang diduga dari tim rombongan kampanye. Dua pria tersebut langsung menyuruh PPL untuk menghapus foto-foto yang telah diambil dengan nada membentak. Lantaran PPL-nya nervous (gugup) dan takut, maka dihapuslah poto tersebut.

Nah kalau seperti itu, namanya kami sudah dihalang-halangi, meskipun bukan intimidasi. Dua orang yang membentak PPL dan Panwascam untuk menghapus foto-foto, adalah bagian dari rombongan paslon nomor urut 1. Mereka kontan keluar, saat tahu ada PPL yang mau ambil foto saat di rumah kakon,” terang Nando.
Selengkapnya baca Trans Lampung edisi Kamis 29 Maret 2018. (ayp)