Ini Daftar Perusahaan Tunggak Bayar Pajak

0
3273
views

TRANSLAMPUNG, BANDARLAMPUNG – Sebelum tutup buku di akhir tahun ini, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD)  Kota Bandarlampung terus berupaya mengejar wajib pajak, yang menunggak pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Kepala BPPRD Bandarlampung, Yanwardi, mengatakan masih cukup banyak perusahaan yang beraktifitas di Kota Bandarlampung, namun belum menyelesaikan kewajibannya membayar pajak.

“Kami minta perusahaan yang beroperasi di kota ini bisa kooperatif. Bayar PBB dan pajak hiburannya. Ini semua untuk pembangunan kota. Jangan mereka usaha di sini tapi kewajibannya dilupakan,” kata Yanwardi, di ruang kerjanya, Jumat (10/11).

Diungkapkannya, beberapa unit usaha yang belum membayar pajak di antaranya Gedung Graha Mandala, Toko Mitra 10, PT. Wisma Mas, PT. Servitia Cemerlang dan lainnya.

Padahal, BPPRD telah memberikan berbagai keringanan seperti penghapusan denda.

“Kami bergerak terus, dengan memberikan keringanan. Jika telat satu bulan denda dua persen perbulan, maksimal 24 bulan. Keringanan ini akan diperpanjang sampai Desember. Kalau sudah lewat akan kena denda lagi,” jelas Yanwardi.

Jika dirinci, beberapa perusahana dan unit usaha ini menunggak pajak hingga ratusan juta rupiah, yang berguna bagi pemasukan kas daerah pemkot.

“Iya, tunggakan PBB dunia usaha di Kota Bandarlampung ini kalau ditotal mencapai ratusan juta. Banyak juga kalau mereka bayar semua untuk pemasukan kas daerah,” kata Yanwardi.

Namun, lanjut dia, selain perusahaan atau unit usaha yang membandel tersebut, ada pula sebagian lainnya yang siap menyelesaikan kewajiban pajak, seperti beberapa unit usaha hotel, di akhir tahun ini.

“Beberapa sudah ada yang menghadap dan berjanji untuk melunasi di akhir tahun ini, seperti Hotel Marcopolo dan Swissbell Hotel. Pertimbangannya karena akan diajukan dulu ke pusat dan melihat profit yang ada,” ungkap Yanwardi.

BPPRD bersama UPT penagih pajak rutin menggelar evaluasi untuk menggenjot pendapatan dari sektor pajak.

“Setiap Senin kami rutin rapat evaluasi, mana saja yang sudah terealisasi pajaknya dan yang belum,” terang Yanwardi. (jef/rus)

Beberapa usaha yang masih menunggak pajak:

-Gedung Graha Mandala, pajak tahun 2015-2017

-Toko Mitra 10, Jalan ZA Pagar Alam, pajak tahun 2016-2017 sekirah Rp 100 juta

-Pemilik SPBU Cut Nyak Dien, Gede Wijaya Rp 50 juta

-PT Hanjung, pajak tahun 2015-2017

-Haryono Utomo, Dealer Suzuki Tanjungseneng, pajak tahun 2012-2017 sekira Rp 400 juta.

-PT Wisma Mas, Beringin Raya, Kemiling, tahun 2016-2017 sekira Rp 160 juta

-PT Servitia Cemerlang, Perumahan Puri Gading tahun 2016-2017 sekira Rp 262 juta

-Eks Rumah Sakit Kartika, Jalan Gatot Subroto No.59, Sukaraja, Bumi Waras, Bandarlampung, sekira Rp 154 juta.

Sumber: BPPRD Bandarlampung