Ingin Terbaik Untuk Buah Hati Mengapa Berani Sisihkan Hak nya?

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – ASURANSI pendidikan anak tentu sudah bukan suatu hal yang asing lagi bagi masyarakat. Banyaknya perusahaan asuransi yang berdiri beberapa tahun terakhir mengakibatkan banyak pula produk asuransi pendidikan yang ditawarkan kepada masyarakat. Biaya pendidikan yang kian meningkat diikuti juga dengan biaya kehidupan sehari-hari, telah membuat banyak orangtua yang khawatir dengan biaya pendidikan anak mereka kelak di kemudian hari.

 

Hal ini membuat berbagai macam alternatif perencanaan keuangan mereka ambil. Apalagi saat ini perusahaan asuransi lagi gencar-gencarnya mempromosikan produk asuransi pendidikan sebagai salah satu alternatif solusi rencana biaya pendidikan anak mereka kelak. Produk asuransi pendidikan yang saya maksud adalah produk asuransi pendidikan yang masuk dalam kategori asuransi plus investasi atau dalam dunia asuransi

dikenal dengan nama asuransi unitlink.

 

Jika asuransi yang bersifat berjangka dan ada nilai tunai itu adalah jenis asuransi endowment, kedua jenis asuransi sama-sama baik tinggal bagaimana kita menyesuaikan dengan tujuan yang kita rencanakan.

 

Banyak orang ingin yang terbaik untuk buah hatinya terutama dalam sisi pendidikan anaknya namun kebanyakan orang jarang memikirkannya apalagi menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk si buah hatinya, pola fikir masyakat umumnya melihat bahwa ketika anaknya masih kecil mereka menganggap bahwa belum perlu biaya banyak dan biaya besar sehingga mereka tidak memikirkan anaknya apalagi menyisihkannya sejak dini untuk biaya sekolahnya, waktu berjalan tidak indah seperti apa yang di harapkan oleh semua orang dimana ada resiko hidup yang terjadi seperti: meninggal dunia, kecelakaan ataupun sakit dalam hal ini keuangan pastinya akan habis sehingga alokasi pendidikan anak tidak akan terealisasi karena faktor resiko, oleh sebab itu perencanaan biaya pendidikan harus menjadi fokus utama.

 

Dalam merencanakan biaya pendidikan untuk anak perlu kita cermati adalah tujuan dalam membuat rencana agar kita tepat memilih jenis asuransi apa yang baik kita miliki, banyak para agen asuransi yang menawarkan untuk ikut asuransi pendidikan tanpa menanyakan tujuan kepada nasabahnya sehingga nasabah akhirnya salah merencanakan asuransi pendidikan anaknya. Ada 8 langkah pengetahuan yang wajib diketahui oleh para orang tua dalam merencanakan untuk membuka polis asuransi pendidikan :

 

  1. Asuransi Pendidikan Anak tidak sama dengan Menabung Jika Anda menempatkan uang di asuransi, maka perusahaan akan menginvestasikannya pada instrumen-instrumen investasi yang memiliki risiko, seperti misalnya saham, obligasi, dan lain-lain.

Jika investasi yang dilakukan perusahaan berjalan baik, maka membeli asuransi pendidikan bisa menjadi langkah yang tepat untuk Anda jalankan, tetapi jika investasi yang dilakukan perusahaan mengalami kerugian, bisa saja uang yang disetorkan orang tua menjadi berkurang atau bahkan habis.

 

  1. Karena bisnis utamanya adalah asuransi maka ada banyak potongan biaya untuk produk ini

 

Dana yang disetor akan dipotong untuk berbagai macam biaya dan komisi. Pemotongan terbesar terjadi pada 5 tahun pertama. Karena nilai potongannya terlampau besar, bisa jadi dana yang tersisa untuk investasi menjadi sedikit. Maka bagi orang tua yang ingin menyimpan dananya untuk asuransi pendidikan, maka harus siap bahwa dana yang disimpan dalam 5 tahun pertama akan sangat kecil jumlahnya.

 

  1. Pembayaran Premi Lebih Lama dari Janji yang diberikan Agen penjual produk

 

Sebenarnya lama tidaknya masa pembayaran tergantung dari untung tidaknya investasi yang dilakukan oleh perusahaan. Apabila hasil keuntungan investasi sesuai dengan harapan, maka masa pembayaran mungkin bisa dipersingkat, namun jika hasil investasi tidak sesuai, maka orang tua harus membayar lebih lama. Sayangnya banyak agen yang menjanjikan masa pembayaran bisa lebih singkat, tanpa memberitahukan risiko ini.

 

  1. Karena uang premi terbagi untuk investasi maka Uang Pertanggungan menjadi relative kecil

 

Asuransi pendidikan memang memberikan uang pertanggungan apabila orang tua meninggal dunia. Namun banyak yang tidak memperhatikan jumlah uang pertanggungan yang akan diterima anak nantinya. Justru fokusnya terletak pada nilai investasi yang bisa dicapai. Dengan hanya berfokus pada hasil investasi, maka uang proteksi asuransi jiwa menjadi minimal, sehingga ada risiko bahwa jumlahnya sangat minim atau jauh dari kata cukup untuk kelanjutan biaya pendidikan anak.

 

  1. Salah Pilih Instrumen Investasi membuat realisasi hasil investasi jauh di bawah ilustrasi awal

 

Pada asuransi pendidikan, uang yang disetor akan ditanamkan pada jenis investasi untuk mengejar target dana pendidikan. Sayangnya, agen seringkali memilihkan jenis investasi yang mempunyai return yang tinggi, biasanya saham yang sayangnya jenis investasi ini juga memiliki risiko yang tinggi pula. Kesalahan dalam pemilihan jenis investasi akan menimbulkan kegagalan dalam mencapai target dana pendidikan.

 

  1. Orang Tua Tidak Membaca Polis dengan Teliti

 

Isi polis asuransi menjadi dasar yang legal dari setiap tindakan yang terkait dengan asuransi, maka dari itu orang tua yang ingin menempatkan dana pendidikan untuk anaknya di asuransi pendidikan, sebaiknya membaca dan memahami semua isi polis. Jika tidak teliti, bisa jadi orang tua akan mendapatkan risiko berupa hasil yang kurang optimal dari manfaat asuransi tersebut.

 

  1. Proyeksi Tidak Tercapai akibat penawaran bombastis di awal promosi

 

Biasanya hal pertama yang diajukan oleh agen kepada orang tua terkait dengan asuransi pendidikan adalah proyeksi nilai uang yang akan diterima dan umumnya agen akan memperlihatkan angka proyeksi yang terlihat bagus dan optimistis. Sayangnya banyak calon nasabah (orang tua) yang otomatis percaya dengan proyeksi yang diberikan agen, padahal belum tentu proyeksi tersebut pasti terwujud.

 

  1. Terjebak ikut manfaat tambahan (Rider) yang membuat hasil investasi tidak maksimal

Agen biasanya juga akan menawarkan rider atau asuransi tambahan kepada calon nasabah. Beberapa manfaat dari asuransi tambahan tersebut diantaranya untuk proteksi cacat tetap, kesehatan maupun untuk proteksi lainnya. Nah, yang perlu diperhatikan adalah agen sering tidak menginformasikan dan tidak menjelaskan bahwa dengan mengambil rider sama dengan mengurangi jatah investasi untuk dana pendidikan anak. Sehingga target dana pendidikan seringkali menjadi meleset atau lebih rendah karena mengambil asuransi tambahan. (*)

News Reporter