Infrastruktur Progra Utama Gubernur

0
162
views
Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Program utama Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo adalah membangun infrastruktur jalan dan jembatan, wajar saja ini merupakan politik dalam menuju pemilihan Gubernur mendatang.

“Tapi saya menganggapnya santai saja,” cetusnya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo bahwa dirinya akan terus mendorong pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan pada tahun ini dalam membangun Lampung lebih maju dan sejahtera.

Gubernur Lampung, M.Ridho Ficardo bersama Dinas  Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Lampung tahun ini fokus pemeliharaan rutin jalan sepanjang 1185,63 Kilometer (Km) pada 15 Kabupaten Kota.

“program/kegiatan pemeliharaan rutin jalan berfungsi untuk mempertahankan kondisi mantap jalan atau kondisi baik dan sedang sehingga tidak terjadi degradasi jalan atau penurunan kondisi jalan secara signifikan yang sangat berpengaruh terhadap capaian kondisi mantap. Sedangkan untuk target tahun 2017,  pembangunan dan pemiliharaan berkala jalan sepanjang 164 Km,” kata Ridho,  Senin (12/6).

Dirinya juga akan terus fokus membangun Jembatan. Hal tersebut terbukti selama menjabat sebagai orang nomor satu di Lampung Ridho telah sukses membangun 9 jembatan di tahun 2014, 24 jembatan di tahun 2015, dan 6 jembatan di tahun 2016,.

Kemudian untuk tahun 2017, Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo menargetkan 10 pembangunan jembatan baru. Hingga akhir Desember 2017 rampung.

Menurut Ridho kesepuluh jembatan baru itu akan dibangun di Kabupaten Pringsewu, Tulangbawang Barat, Way Kanan, Lampung Barat, Tulangbawang, dan Lampung Selatan.

“Dari kesepuluh jembatan baru tersebut akan bermanfaat bagi masyarakat dalam memperlancar roda perekonomian dan membuka daerah terisolir terutama yang berada di jalur angkutan hasil bumi,” ungkapnya.

Ridho mengatakan tujuan Pemprov membangun jembatan karena ada jembatan di Way Sekampung ll, Kabupaten  Pringsewu yang dibangun pada 1983 ini tidak layak lagi digunakan, sebab tidak mampu menampung arus lalu lintas yang mencapai 7.338 lalu lintas harian rata-rata (LHR) yang menghubungkan Kalirejo, Lampung Tengah dan Pringsewu tersebut.

“Akibatnya timbul kemacetan parah pada jam-jam sibuk. Jadi untuk mengatasi kemacetan itu, dibuat jembatan baru atau duplikasi jembatan sepanjang 50 meter dan lebih lebar dari jembatan yang sekarang,” urainya.

Nantinya, lanjutnya, ada dua jembatan, sehingga kendaraan yang dari Kalirejo ke Pringsewu dan sebaliknya memakai dua jembatan dikiri dan kanan dalam mengatasi Kemacetan.

Sementara itu kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Lampung, Budhi Darmawan membenarkan akan ada pembangunan jalan dan jembatan, untuk jalan provinsi Lampung terdiri dari 22 kodiror tahun ini. Yakni Lampung Selatan & Lampung Timur, adalah pembangunan jalan koridor 1 ini diperbaiki sepanjang 4 Km, Lalu Metro & Lampung Timur.

Koridor 2 sepanjang 7 Km, Bandar Lampung, Lampung Selatan, Metro dan Lampung Tengah, koridor 3 sepanjang 3,5 Km. Lampung Tengah, koridor 4 dan 5 sepanjang 8,75 Km, Lampung Tengah dan Metro kodiror, 6 sepanjang 4 Km, Lampung Tengah & Lampung Utara, kodiror 7 sepanjang 2 Km, Lamteng & Pringsewu koridor 8 sepanjang 4 Km, Pesawaran koridor, 9 sepanjang 4,5 Kilometer, Pesawaran & Bandar Lampung, koridor 10 sepanjang 2 Km Tanggamus, koridor 11 dan 13 sepanjang 8 Km, Lampung Barat & Pesisir Barat, koridor 14 dan 16 sepanjang 5,5 Km Lampura dan Tulangbawang Barat dan  sepanjang 9,75 Km Waykanan, koridor 17 dan 18 sepanjang 13,92 Km Tulangbawang, koridor 20 sepanjang 2 km Tulangbawang Barat, koridor 21 sepanjang 9 Km dan Tulangbawang-Tulangbawang Barat dan koridor 22 sepanjang Sepanjang 5 Km Mesuji.

Menurutnya, pembangunan jalan ini merupakan lanjutan yang sudah dilakukan tiga tahun lalu. Seperti pada tahun 2014, ujar Budhi, fokus pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan telah dikerjakan sebanyak  81 paket kegiatan ruas jalan provinsi dan 67 paket kegiatan ruas jalan strategis dan Kabupaten Kota ( Non Link ).

Selain tiga Jembatan yakni Jembatan Way Sebetik, Way Tujok ll, dan Way kendil, ketiga jembatan yang ditargetkan rampung di 2017.

Menurut Budhi, Jembatan Way Sebetik, Way Tujok ll, dan Way kendil dibangun karena perintah Pak Gubernur Lampung,karena ketiga jembatan tersebut mengalami konstruksi darurat dan tidak memiliki lantai lagi. Akibatnya hanya sepeda motor yang dapat melintas di Jembatan tersebut.

Jembatan Way tujok II menghubungkan simpang Tujoh ke Panaragan Jaya dengan tingkat LHR 4.676 kendaraan per hari. Sedangkan Jembatan Way Kendil menghubungkan ruas jalan Adijaya menuju Tulung Randu dengan tingkat LHR mencapai 3.727 kendaraan per hari. Ketiga jembatan ini dibongkar total dan diganti baru, sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat hingga truk pengangkut hasil bumi.

Sedangkan di Kabupaten Way Kanan, Pemprov juga bakal membangun Jembatan Way Nibung Il penghubung ruas jalan Tegal Mukti, Tajab. Kepadatan lalu lintas di kawasan ini masih terolong kecil yakni 459 LHR kendaraan per hari. Namun diharapkan dengan selesainya Jembatan Way Nibung Il, konektivitas daerah ini dapat pulih kembali.

Selain konstruksi jembatan, Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR), juga membangun jembatan dengan box culvert.

Budhi menjelaskan ada lima jembatan dengan box culvert tahun 2017 yang akan dibangun yakni Way Asem (Lampung Barat), Way Pidada ll, Way Pidada Vm dan Way Kecubung l di Kabupaten Tulangbawang. Kemudian, jembatan box culvert di ruas di ruas simpang Korpri Purwotani, Lampung Selatan.

Pembangunan jembatan di Way Asem, menurut Budhi, dimaksudkan untuk memperbaiki akses menuju Suoh “Jalan ini berada di kawasan hutan lindung Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

“Kami memilih jembatan box culvert agar proses pembangunan tidak mengganggu kawasan hutan lindung, ucapnya Secara keseluruhan,” ungkapnya.

Masih kata Budhi, pembangunan sepuluh jembatan baru ini, untuk mendukung pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi sepanjang 164 kilometer. Selain itu, pemeliharaan jalan provinsi sepanjang 1.185 km. “Targetnya, ditahun ini kondisi jalan provinsi mantap bisa tercapai 75 persen sesuai target renstra dari dana APBD 2017 dan dana alokasi khusus,” pungkasnya.  (rri)