. . .

Indonesia Terhenti di Semifinal

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Tim Nasional (Timnas) Junior Bulu Tangkis Indonesia terpaksa terhenti di babak semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Beregu Junior 2018. Hasil itu setelah Pebulutangkis Muda Merah Putih dikalahkan oleh Korea di babak empat besar tersebut.

Dalam pertandingan yang digelar di Markham Pan Am Center, Ontario, Kanada, Jumat (9/11) malam waktu Kanada atau Sabtu (10/11) waktu Indonesia, Tim Merah Putih harus mengakui keunggulan Korea dengan skor 1-3.

Pasangan ganda putra Indonesia yang turun di partai pertama, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin tak berhasil mengatasi Tae Yang Shin/Wang Chan. Leo/Daniel kalah rubber game, 18-21, 21-16 dan 21-17-21.

Pertemuan ini merupakan yang kedua kali bagi mereka. Sebelumnya Leo/Daniel pernah berhadapan dengan Tae/Wang di BTY Junior International 2018. Saat itu Leo/Daniel kalah 13-21 dan 11-21.

“Tidak ada yang berubah dari pertemuan kami sebelumnya, mereka sama saja. Tapi hari ini kami sudah bisa membuat perlawanan dan kalahnya juga ramai. Kami sudah berusaha maksimal, tapi hasilnya belum sesuai harapan,” ungkap Daniel seperti dikutip situs resmi PBSI, Sabtu (10/11) kemarin.

Di partai kedua, laga dilanjutkan dengan pertandingan tunggal putri. Indonesia sendiri menurunkan Putri Kusuma Wardani. Namun sayang, Putri juga belum bisa menyumbangkan poin untuk Indonesia setelah ditaklukan oleh Park Ga Eun dengan dua game langsung 18-21 dan 18-21.

“Pastinya kecewa dengan hasil ini. Saya berharap tadinya bisa menyumbang poin untuk Indonesia, tapi ternyata belum berhasil,” tutur Putri yang merupakan atlet besutan klub Exist Jakarta tersebut.

Kalah 0-2, Indonesia masih memiliki harapan setelah wakil tunggal putra, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay yang turun di partai ketiga berhasil menyumbangkan poin pertama untuk Indonesia usai mengalahkan Jeong Min U dalam dua game langsung, 21-7 dan 21-14.

“Pastinya saya senang bisa memperpanjang napas Indonesia. Sebenarnya di awal sempat tegang juga karena Indonesia ketinggalan 0-2. Ibaratnya memikul beban teman-teman. Tapi saya tetap berpikir positif karena saya sebelumnya pernah mengalami hal seperti ini. Saya sudah tahu rasanya kalau menang sama kalah itu gimana. Jadi saya main nothing to lose aja tadi,” jelas Ikhsan.

Tertinggal 1-2, Indonesia kini menggantungkan asa kepada wakil keempat, Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma. Namun sayang pasangan ganda putri Indonesia gagal meraih kemenangan atas Jang Eun Seo/Lee Jung Hyun. Dalam pertarungan berdurasi 46 menit itu, Ribka/Febriana kalah 19-21 dan 17-21.

“Kami terburu-buru untuk menyelesaikan pertandingan. Tadi seperti ada beban juga karena penentuan. Padahal seharusnya kan nggak boleh seperti itu. Tapi memang saya akui saya banyak kepikiran takut kalah dan gimana dengan tim,” tutur Ribka.

“Tadi lawannya lumayan cepat, sedangkan kami banyak terburu-buru. Dari servisnya juga mereka bagus. Kecewa sebenarnya karena kami pengennya bisa menyumbang poin buat tim,” tambah Febriana.

Kekalahan Ribka/Febriana mengakhiri perjuangan tim junior Indonesia di pertandingan beregu kali ini. Partai kelima yan seharusnya mempertandingkan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti melawan Wang Chan/Jeong Na Eun tidak dipertandingkan. Meski demikian, hasil itu memastikan Indonesia untuk membawa medali perunggu ke Tanah Air.(GIE/FIN)