. . .

Indonesia Target Satu Gelar di Nomor Perorangan

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Tim Nasional (Timnas) Junior Bulu Tangkis Indonesia terpaksa terhenti di babak semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Beregu Junior 2018. Hasil itu setelah Pebulutangkis Muda Merah Putih dikalahkan oleh Korea di babak empat besar tersebut.

Dalam pertandingan yang digelar di Markham Pan Am Center, Ontario, Kanada, Jumat (9/11) malam waktu Kanada atau Sabtu (10/11) waktu Indonesia, Tim Merah Putih harus mengakui keunggulan Korea dengan skor 1-3. Meski demikian, hasil itu memastikan Indonesia untuk membawa medali perunggu ke Tanah Air.

Meski gagal juara di nomor beregu, namun tim junior Indonesia kini bersiap mengemban misi baru pada nomor perorangan. Di nomor perorangan Tim Indonesia yang berisikan 23 atlet menargetkan satu gelar juara untuk di bawa pulang.

Hal itu diungkapkan Manajer Tim Indonesia di Kejuaraan Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BJunior 2018, Susy Susanti. Menurut mantan pebulutangkis Indonesia itu, target itu dicanangkan lantaran empat wakil Indonesia menduduki posisi terbaik sebagai unggulan dua.

Keempat pemain itu adalah Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay dari tunggal putra, Ghifari Anandaffa Prihardika/Pramudya Kusumawardana Riyanto di ganda putra, Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma di ganda putri dan ganda campuran dengan Rehan Naufal Kusharjanto.

“Setelah fokus di beregu, mereka harus sudah siap lagi untuk pertandingan perorangan. Mulai lagi dari awal. Hasil di beregu menjadi pembelajaran juga buat mereka bahwa ada pengalaman, tekanan, kesulitan dan hal-hal non teknis lainnya. Mereka harus lebih siap lagi, lebh fokus lagi,” ungkap Susy seperti dikutip situs resmi PBSI, Senin (12/11) kemarin.

“Dari semua pertandingan di beregu saya lihat Ikhsan mainnya lancar dan yakin. Cuma nggak boleh over confident juga. Karena kan lawan akan lebih banyak lagi dan berbeda-beda. Tapi dari pertandingan beregu kemarin semoga bisa menjadi bekal buat Ikhsan untuk tampil lebih bagus lagi dan maksimal,” tambah Susy.

Ya, di pertandingan beregu, Ikhsan memang mencatatkan hasil yang baik. Lima kali diturunkan, Ikhsan selalu berhasil mendulang poin buat timnya. Bahkan di babak semifinal, Ikhsan menjadi satu-satu wakil yang berhasil merebut poin dari Korea.

“(terlepas dari itu) Kami berharap dapat satu gelar dari sektor apapun. Tapi kalau di lihat  dari daftar unggulan sepertinya bisa dari tunggal putra, ganda putri atau ganda campuran. Kami bisa berharap dari salah satu sektor itu,” ungkap Susy.

Sementara itu, dalam ajang Malaysia International Series 2018 yang dihelat di Penang PA Badminton Hall, kota Penang Indonesia berhasil menyabet gelar juara. Dua gelar yang berhasil di bawa pulang ke tanah air itu dipersembahkan oleh pasangan ganda campuran Andika Ramadiansyah/Bunga Fitriani Romadhini dan tunggal putra Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu.

Rama/Bunga sendiri berhasil memboyong gelar juara itu usai mengalahkan ekan senegara Fachryza Abimanyu/Mychelle Crhystine/Bandaso dengan skor 19-21, 21-15 dan 21-13. Sedangkan Gatjra dengan perkasa atasi unggulan kedua asal Taiwan, Lu Chia Hung, dua game langsung dengan skor 21-15 dan 21-11.

Menanggapi raihan gelar juara itu, Gatjra mengaku senang. Meski demikian ia mengatakan masih pperlu meingkatkan performa bermainnya untuk mampu tampil lebih baik di turnamen yang levelnya lebih tinggi.

“Alhamdulillah saya bisa juara di sini tapi ini baru awal perjalanan saya. Semoga saya bisa berkarir di level yang lebih dari ini,” tutur Gatjra.(Gi/FIN)