. . .

Imunisasi MR , Dinkes Bandarlampung : Tidak Ada Pemaksaan Kepada Siswa

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandarlampung tak memaksakan siswa untuk melakukan imunisasi MR yang diinstruksikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) seluruh nusantara.

Kadiskes Bandar Lampung Edwin Rusli, mengatakan pihaknya tidak melakukan pemaksaan kepada siswa untuk bisa mendapatkan imunisasi MR tersebut, Kamis (2/8).

Jadi diberikan kebebasan mendapatakan imunisasi bagi siswa itu hingga MUI mengeluarkan fatwa kepada masyarakat, saat ini juga Dinkes masih menunggu fatwa yang sedang digodok ditingkat pusat itu.

“Kalau kita sifatnya masih menunggu dari MUI, siswa menolak untuk diimunisasi itu tak masalah dan kita menghargai itu semua. Jadi kita masih tunggu kebijakan dari pemerintah terkait imunisasi MR, tetapi jika ada sekolah yang ingin diimunisasi itu kita persilakan,” katanya.

Hingga saat ini saja ada sekitar 12 ribu siswa yang telah diimunisasi dari target awal 256 ribu dan artinya ini masih banyak yang belum diimunisasi. Jadi memang sekolah dibawah lingkungan Kementerian Agama (Agama) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang menolak imunisasi tersebut.

Hingga dua bulan kedepan imunisasi ini akan dilangsungkan, dan pihak MUI itu menduga ada zat pemutus rantai yang mengandung babi, makanya ini semua diserahkan kepada Kemenkes.

Jadi hingga 8 Agustus vaksin itu sedang dilakukan penggodokan oleh Kemenkes bersama MUI apakah ada unsur tersebut. Dinkes memberikan keleluasaan masyarakat untuk anaknya di vaksin atau tidak. (jef)