. . .

Imunisasi Massal Rubella Tanggamus Dimulai

image_print

Pada 158.373 Anak

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Seperti yang telah dijadwalkan, hari ini (1/8) Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus mulai melaksanakan imunisasi massal rubella terhadap 158.373 anak. Banyaknya sasaran imunisasi, membuat pelaksanaan juga cukup lama, yaitu mulai hari ini hingga akhir bulan September.

Imunisasi rubella adalah target nasional, dengan nama Measles Rubella (MR). Untuk Tanggamus data terakhir sasarannya sebanyak 158.373 anak. Terdiri dari anak usia balita sampai remaja 15 tahun. Jumlah itu tidak menutup kemungkinan bertambah pada saat pelaksanaan.

Banyaknya sasaran imunisasi, juga linear dengan banyaknya tempat atau lokasi yang harus disiapkan Diskes Tanggamus dan stakeholder terkait. Untuk tempat, telah disiapkan 1.044 sekolah. Rinciannya 334 gedung PAUD, 121 gedung TK, 463 gedung SD, dan 126 gedung SMP. Kemudian 680 posyandu yang dikhususkan bagi sasaran yang belum atau tidak bersekolah.

Sedangkan tenaga medis yang dilibatkan totalnya 854 orang. Terdiri dari 37 dokter, 3 dokter gigi, 230 perawat, dan 576 bidan. Mereka semua sudah diberi pelatihan, sehingga saat pelaksanaan bisa melaksanan tanpa masalah dan mencegah kendala yang terjadi.

Kabid Pencegahan, Pengobatan Penyakit, dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Diskes Tanggamus Taman Prasi mengatakan, hingga Selasa (31/7) sore, persiapan sudah selesai semua, tinggal pelaksanaan.

“Semua vaksin sudah didistribusikan ke seluruh puskesmas. Nanti dari puskesmas baru dibawa ke sekolah-sekolah. Sebab puskesmas punya sarana penyimpan vaksin agar tidak rusak,” ujar Taman Prasi, mewakili Kepala Diskes Tanggamus Sukisno, S.K.M., M.Kes. kemarin sore.

Diskes sendiri sengaja menjadwalkan,  pelaksanaan imunisasi massal rubella sejak awal Agustus hingga akhir September. Untuk Agustus, imunisasi dilaksanakan di seluruh sekolah tingkatan SD dan SMP. Sasarannya pelajar atau anak usia 7 sampai 15 tahun.

Sedangkan pada September, imunisasi dilaksanakan di tiap posyandu. Sasarannya adalah anak-anak yang belum bersekolah, yakni antara usia 7 sampai 9 tahun. Lalu juga untuk anak-anak di atas 9 tahun sampai 15 tahun, yang statusnya bukan pelajar atau tidak bersekolah.

“Kami jadwalkan selama Agustus hanya khusus untuk imunisasi di sekolah-sekolah bagi para pelajar. Lalu September untuk anak yang belum sekolah dan anak yang tidak sekolah. Seluruh anak usia sembilan bulan sampai 15 tahun wajib diberi imunisasi rubella,” tegas Taman Prasi.

Sebab itu, dia meminta seluruh pihak membantu menyukseskan pelaksanaan imunisasi massal ini. Agar seluruh anak sasaran (peserta) mendapatkan imunisasi. Masyarakat diminta menyuruh anaknya agar mau diimunisasi. Lalu saling mengingatkan jika ada tetangganya yang punya anak usia tersebut, agar mendapat imunisasi.

Imunisasi rubella, Taman Prasi melanjutkan, sebenarnya sudah pernah diberikan bagi anak saat balita. Namun untuk saat ini harus diulang dan mengabaikan imunisasi yang sudah pernah diberikan. Penyakit rubella bisa berdampak pada kecacatan permanen.

Itu terjadi saat perempuan dengan kehamilan tiga bulan awal menderita rubella. Maka janin yang dikandungnya nanti akan lahir cacat. Kemudian juga bagi anak dengan kondisi gizi yang buruk lantas terkena rubella maka kondisinya akan semakin memburuk.

“Untuk kasus rubella di Tanggamus, selama ini tidak ada. Maka untuk menjaga itu bertahan, perlu dilakukan penguatan pencegahan caranya dengan imunisasi rubella. Setelah ini, imunisasi rubella akan rutin diberikan pada anak usia sembilan bulan, 18 bulan, dan saat kelas I SD. Jika selama ini hanya diberikan imunisasi campak, maka nantinya diberikan imunisasi campak dan rubella,” tandas Taman Prasi. (ayp)