Ilham Malik: Pemkot Segera Sosialisasikan Rencana Rekayasa Lalulintas di Jalan Antasari

0
1352
views

translampung.com – Pengamat transportasi dari Universitas Bandarlampung (UBL) I.B Ilham Malik menyarankan Pemerintah Kota Bandarlampung segera menyosialisasikan rencana rekayasa lalu lintas di Jln.Pangeran Antasari-Gajahmada, Tanjungkarang Timur, menjelang pelaksanaan pembangunan tiga proyek di lokasi tersebut.

Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum (PU) akan membangun dua proyek pelebaran jalan di Kecamatan Tanjungkarang Timur. Yakni, peningkatan dan pelebaran Jalan Gajah Mada senilai Rp18,3 miliar dan peningkatan Jalan Pangeran Antasari senilai Rp8,1 miliar.

Selain itu, Dinas PU juga akan membangun jalan layang (flyover) kelima di Kota Tapis Berseri, yakni Flyover Gajahmada – Antasari. Ketiga proyek itu kemungkinan dimulai bersamaan pada akhir April ini.

Azwar, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga mengatakan saat ini ketiga proyek itu memasuki tahap akhir masa tender.

Dilansir dari halaman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Bandarlampung, lelang untuk proyek flyover Gajahmada-Antasari sudah memasuki masa sangah hasil lelang. Lelang dimenangkan PT Sang Bima Ratu (SBR), mengalahkan 22 peserta lain dengan harga penawaran Rp35,938 miliar.

Sedang PTYerman Makmur Sejahtera akan mengerjakan proyek Jln.Gajah Mada. Perusahaan ini merebut proyek senilai Rp18,3 miliar. Untuk Jln. Pangeran Antasari, PT Adiguna Anugrah Abadi senilai Rp8,1 miliar akan mengerjakan peningkatan Jl. Pangeran Antasari.

Menyikapi hal itu, Ilham Malik, mengatakan menjelang pelaksanaan proyek itu, Dinas PU dan Perhubungan harus memperhitungkan dampak lalu lintas yang akan terjadi. Salah satu solusi yang ditawarkan, melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar area itu.

“Setiap pembangunan pasti menimbulkan efek. Salah satunya adalah kemacetan. Perlu ada sosialisasi lanjutan agar dapat diminimalisir dampaknya,” katanya, Senin (18/4).

Dinas Perhubungan dituntut segera menyiapkan rute alternatif di sekitar area pembangunan tersebut. Dinas Pekerjaan umum yang melakukan pembangunan secara bersamaan juga diminta agar mengatur lokasi kerja. Termasuk lokasi penumpukan material, peletakan kendaraan berat dan operasional pembangunan.

Pelaksanaan pembangunan ini sesuai usulan, juga harus sesuai teknis dan selesai dengan tepat waktu. “Dinas Perhubungan bisa membuat peta pengalihan arus dan dipublikasikan di media cetak, selama dua atau tiga hari,” katanya.

Menanggapi hal itu,  I Kadek Sumarta, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandarlampung mengatakan pihaknya kemungkinan akan mempergunakan sejumlah rute di jalan itu. Di antaranya, Jln. Hayam Wuru, Jln. Puti Balau, Jln. DR. Harun I dan II, juga menggunakan Jln. Mayjen Sutiyoso. “Itu yang akan kami pergunakan nanti, kemungkinan jalur itu. Kami juga akan berkoordinasi dengan Polresta Bandarlampung, terutama unit Lantas,” katanya. (jefri)

LEAVE A REPLY