Warning: mysqli_real_connect(): Headers and client library minor version mismatch. Headers:50559 Library:100131 in /var/www/vhosts/translampung.com/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1531 Ikuti Filipina Perang Narkoba, Bangladesh Bunuh 100 Pengedar -
Ikuti Filipina Perang Narkoba, Bangladesh Bunuh 100 Pengedar

TRANSLAMPUNG.COM – Kasus peredaran obat-obatan terlarang yang sedang marak terjadi di Bangladesh. Pemerintah Bangladesh mulai memberlakukan aksi keras untuk menumpas peredaran obat-obatan dengan cara yang ekstrim, aksi tersebut sampai menewaskan 100 tersangka pengedar narkotika.

Lebih dari 100 tersangka pengedar narkotika di Bangladesh tewas dan ribuan orang lainnya ditahan dalam aksi penumpasan narkotik ala Filipina yang dilaksanakan dua minggu terakhir. Kebijakan ini mengundang kekhawatiran mengenai pembunuhan ilegal. Mereka terlibat aksi baku tembak antara polisi dan geng pedagang narkoba.

Polisi mengatakan, 10 pengedar narkoba ditembaki pada Selasa dini hari. Terhitung sebanyak 102 tersangka pedagang narkoba tewas sejak Bangladesh meluncurkan perang narkoba. Pemerintah berupaya menghancurkan sindikat perdagangan obat-obatan jenis yaba yang merupakan pil murah hasil penggabungan metamfetamin dan kafein.

Sekitar 12.000 pengedar yang diduga mengedarkan pil yaba tersebut telah ditangkap dan diadili di pengadilan khusus sejak mulai diberlakukannya perang narkoba pada 15 Mei lalu. Mereka dijatuhi hukuman kurungan penjara selama tujuh hari hingga enam bulan.

Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan mengatakan, “Kami bisa katakan perang ini akan berlanjut sampai kami berhasil membawa para sindikat di bawah kendali kami secara penuh,” katanya.

Namun kelompok-kelompok pembela hak asasi manusia menuduh ada orang-orang yang tidak bersalah turut menjadi korban tewas dalam aksi brutal perang narkoba tersebut. Tapi Khan membantahnya karena menurutnya para korban tewas dalam operasi tersebut memiliki senjata. “Para korban tewas melepaskan tembakan begitu mereka melihat polisi. Mereka bukan orang baik” tambah Khan.

Terdapat 10 hingga 12 pelaku kriminal yang melayangkan tembakan kala itu, seperti dilansir Gulf News, Rabu (30/5). Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menyatakan, keprihatinan serius atas jumlah korban tewas yang meningkat minggu ini, dan semakin mencurigai bahwa ada pembunuhan ilegal.

Batalyon Aksi Cepat yang merupakan sebuah unit polisi elit mengatakan, sebanyak 24 orang yang tewas adalah pengedar narkotik namun tidak ada bukti. (trz/JPC/jpg)

News Reporter