. . .

IHSG Kembali Melaju Positif di 6.315, Mainkan 6 Saham Ini

image_print

TRANSLAMPUNG.COM – Pasar saham Indonesia awal pekan ini melaju di jalur hijau. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 10,38 poin atau 0,17 persen ke level 6.315,33.

Sementara Indeks LQ45 naik 2,13 poin atau 0,21 persen menjadi 1.039,42, Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,52 poin atau 0,35 persen ke 719,24, dan indeks IDX30 naik 1,020,76 poin atau 0,18 persen ke 569,05.

Mengawali perdagangan, sebanyak 24 saham menguat, 7 saham melemah, dan 14 saham stagnan. Pagi ini, transaksi perdagangan mencapai Rp30,06 miliar dari 7,97 juta lembar saham diperdagangkan. Sektor-sektor penggerak IHSG mayoritas menguat, dengan penguatan tertinggi di sektor infrastruktur yang naik 0,97 persen. Sedangkan sektor aneka industri turun paling dalam hingga 0,53 persen.

Analis PT Profindo Sekuritas Indonesia Dimas Wahyu Putra Pratama mengatakan, laju IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan berbalik arah menguat setelah akhir pekan sebelumnya kembali berakhir di zona merah. “Kami memperkirakan IHSG hari ini bergerak rebound dengan kisaran 6.245-6.371,” ujar , , di Jakarta, Senin (19/3/2018).

Jika dilihat dari secara mingguan, lanjut Dimas, IHSG mengalami penurunan dua persen, dipengaruhi sentimen negatif kejatuhan bursa global akibat ketidakpastian geopolitik di Amerika Serikat dan kekhawatiran terjadinya perang dagang setelah Presiden Donald Trump menetapkan kenaikan tarif impor.

Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,03 triliun dengan saham Stra International (ASII) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi net top seller sedangkan net top buyer adalah Bank Central Asia (BBCA) dan Nippon Indosari Corpindo (ROTI).

“Menjelang dirilisnya tingkat suku bunga acuan Amerika pada pertemuan The Fed yang diadakan pada 20-21 Maret, akan mempengaruhi pergerakan IHSG pekan ini,” ungkap Dimas.

Dengan demikian, untuk perdagangan hari ini, Dimas merekomendasikan enam saham yang bisa dicermati pelaku pasar, yakni:

1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI), disarankan untuk “buy”

2. PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK), disarankan untuk “SoS”

3. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), disarankan untuk “buy”

4. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), disarankan untuk “buy”

5. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), disarankan untuk “buy”

6. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), disarankan untuk “buy”.

(mys/JPC)