IAIN Lampung Kumpulkan Proposal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat

0
345
views

Bandarlampung – Sebagai pendidikan tinggi yang rutin menginput hingga aplikasi pengabdian masyarakat sebagai bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung kembali mengadakan pengumpulan penerimaan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat para dosen tahun 2016.

Diakui rektor IAIN Lampung, Prof. Mohammad Mukri saat ini proposal penelitian dan pengabdian masyarakat para dosen sedang dikumpulkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) .

Mukri mengaku diadakannya program pengumpulan proposal penelitian dan pengabdian masyarakat sebagai upaya pihaknya dalam mendorong para dosen selain mengajar dengan baik, juga menghasilkan penelitian yang bermanfaat maupun karya ilmiah berupa jurnal terakreditasi, serta berkesempatan mewujudkan pengabdian bagi masyarakat.

“Setelah dikumpulkan nanti,akan kita kirimkan ke jurnal internasional. Sebagai perguruan tinggi Islam, jika jurnal internasional dapat tembus dari tiap proposal (penelitian dan pengabdian) akan membuat jurnal IAIN Lampung semakin diperhitungkan,”ujarnya, Kamis (10/3)

Dengan langkah itu, diharapkan tak hanya mencetak gaung internasional tetapi jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat IAIN Lampung yang dicap jurnal perguruan tinggi kelas dua bisa dihilangkan. “Mungkin dari beberapa hal lain, kami bisa unggul. Tapi dari hal ini jelas kami ketinggalan. Kita harus buat progres yang tidak akan membuat diremehkan lagi. Kita harapkan mereka tidak hanya membuat proposal juga harus benar-benar memiliki keunggulan sehingga diminati masyarakat dan memberikan kontribusi positif untuk masyarakat di daerah, negeri bahkan dunia sekalipun,”katanya.

Selain itu, melalui kegiatan ini. Rektor yang memasuki masa dua periode ini bertekad terus meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian para dosen untuk meneliti, mengobservasi, memecahkan masalah, menciptakan solusi hingga mendorong kritisasi yang tersaji ditiap tulisan proposal maupun karya ilmiah penelitian dan pengabdian masyarakat dapat bermanfaat dikehidupan sehari-hari
Untuk jangka panjangnya, peningkatan frekwensi dan konten proposal yang berimbas karya ilmiah penelitian serta pengabdian masyarakat juga mendorong IAIN untuk mengejar terus peningkatan jumlah doktoral maupun para guru besar
“Hal itu yang coba kami kejar. Efek (lanjutannya) akan kian terasa. Seperti dari pencapaian lalu, dalam waktu tidak lama lagi, kami akan memiliki seratusan dosen bergelar doktor, selain 15 guru besar atau profesor yang sudah ada,” tuturnya.

Bahkan, Mukri mengklaim langkah itu akan berjalan sinergis dengan penguatan tekad sivitas akademika lain bersama jajarannya juga sebagai langkah dalam menyongsong status baru sebagai Universitas Islam Negeri (UIN) di Lampung.
“Kami berusaha terus berbenah, ke dalam dan keluar, mungkin buat didalam dari penambahan proposal itu hingga pencapaian doktor dan guru besar sesuai standar pencapaian layak menjadi UIN yang ditetapkan pusat. Balik lagi, semuanya kami serahkan kepada setiap unsur yang ada di IAIN dan penilaian pemerintah untuk memutuskannya,” katanya
Efek lainnya, dengan meningkatnya jumlah doktor dan guru besar juga dapat mengembangkan sejumlah fakultas dan program studi yang diperlukan masyarakat. Jika itu terjadi, langkah perubahan status menjadi UIN kian mendekati realitas

“Semua itu tujuannya untuk pencapaian prestasi (IAIN Lampung) yang lebih baik. Memang kami mendatangkan dosen-dosen terbaik (diluar Lampung) untuk memberi kuliah di IAIN Lampung, sehingga menjadi inspirasi bagi (dosen) kami agar tidak berpikiran sempit dan picik lagi serta terus termotivas menjadi lebih baik lagi,” tukasnya. (ins)