Hubungan Asmara Tidak Direstui, Tersangka Susanto Ruda Paksa Korban Dua Kali.

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN
Meski Pemerintah sejak lama telah menerapkan UU ‎RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, namun sejumlah tersangka predator perenggut  pagar ayu anak dibawah umur makin marak terjadi dikabupaten Tulangbawang barat (Tubaba) akhir belakangan lalu.

‎Kali ini ‎kejadian sangat mengenyuhkan hati, dialami oleh P (14) Warga Tiyuh (Desa) Gunung Timbul, ‎diduga telah diruda paksa tersangka sebanyak dua kali.

‎Menurut salah satu pejabat pemerintah Tiyuh setempat yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, ‎kala itu korban P hendak pulang sekolah, sesaat kemudian korban bertemu dengan tersangka Susanto (30) juga warga Tiyuh gunung timbul dusun 3 Rt07 dijalan.

” Bedasar keterangan ayah korban, Pelaku langsung mengajak korban ke Tiyuh candra mukti Kecamatan Tulangbawang Tengah tepatnya disalah satu rumah belakang Kantor samsat, disitulah tersangka melampiaskan napsu bejatnya kepada korban P sebanyak dua kali.” Katanya terhadap Translampung.com melalui Via telpon pada (1/7/2018) pukul 10:45 Wib.

Lanjut dia,‎ pelaku tersebut telah dua kali beristri dan saat ini telah menduda. Atas kejadian itu kedua orang tua korban Turut (40) tidak terima atas perbuatan tersangka kepada anak kandungnya.

” Tersangka Susano telah diamankan anggota jajaran Mapolsek Tumijajar ‎tadi malam mas  (30/6/2018) sekira pukul ‎20 :15 Wib.” Katanya

‎Menaggapi adanya kejadian tersebut, ketua LPA Kabupaten setempat Elia sunarto mengatakan, tersangka telah melanggar undang-undang tentang perlindungan anak dibawah umur yang mana bedaraskan UU tersebut setiap hak anak wajib terlindungi.

‎” Saya mendengan kasus tersebut korbanya berumur sekitar 15 tahun, saya mendapat informasi dari kanit polsek Tumijajar jika pelaku telah dilimpahkan ke Mapolsek Tulangbawang Tengah, dan saya minta kepada pihak berwajib agar tersangka dapat segera di proses sesuai dengan hukum yang berlaku.” Tegas Elia.

‎Sementara itu menurut keterangan tersangka Susanto saat dijumpai dibalik jeruji besi Mapolsek Tulangbawang Tengah menguraikan, dirinya dengan korban P selama enam bulan lalu telah pacaran, dan hubungan asmara keduanya pun tidak mendapat restu dari ayah korban.

” kami memang pacaran mas, benar saya melakukan hubungan badan dengan P dibelakang kantor samsat sebanyak dua kali dan itu atas dasar suka sama suka‎.”Imbuh Susanto.‎

Hasil pantauan Translampung‎.com korban saat ini telah diamankan dimapolsek Tulangbawang Tengah dan sedang dilakukan penyelidikan atas dugaan kasus tersebut terhadap korban P, yang didampiingi ibu korban, sementara Kapolsek setempat belum dapat di jumpai sedang mengikuti kegiatan di Mapolres Tuba peringatan Hut Bhayangkara ke-72.  (Dirman)

News Reporter
Kepala Biro Tulangbawang Barat