Hingga UN Terakhir, Posko UN FSGI Dapatkan UN Lampung Rentan Kekurangan dan Kecurangan

0
476
views

translampung.com – Hingga hari terakhir pelaksanaan Ujian Nasional (UN) jenjang SMA sederajat di tingkat nasional maupun didaerah, Posko Pengaduan UN Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) masih mendapatkan implikasi kerentanan kekurangan dan kecurangan dari tata pelaksanaan teknis di lapangan. Hal ini dapat membuat pelaksanaan teknis UN ditahun perlu direviwe, revisi dan dievaluasi Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud).

Sekretaris Jendral FSGI Retno Listyarti membeberkan temuan penting FSGI lainnya di UN 2016 dari 10 laporan yang berasal dari Lampung,Tasikmalaya, Kupang, Kerawang, Medan, Mataram, Karanganyar, Sidoardjo, Makassar dan Jakarta yakni tidak adanya naskah Soal dan lembar jawaban UN (LJUN) berhuruf Braille bagi siswa disabilitas.

Hal ini mengakibatkan para siswa tuna netra mengalami kesulitan membaca naskah hingga menjawab soalnya.Ini mungkin pengaduan disertai fakta lapangan yang sering kami dapatkan ditiap UN. Sejak Posko Pengaduan UN dibuka untuk keenam kalinya, hingga kemarin (7/4) yakni waktu terakhir UN SMA sederajat masih ada pelaporan dari sekolah, guru, dan siswa (SMALB) yang tidak dikirimkan soal dan LJUN braille,”ujarnya dari rilis diterima Translampung,Kamis (7/4).

LEAVE A REPLY