Hingga Sekarang Ini Pasar Smep Gak Jelas. Pedagang Ancam Lapor Polisi dengan Tuduhan Penggelapan Uang Muka Pembayaran Kios

0
373
views

translampung.com – Pasar Smep. Sampai saat ini belum ada kejelasan serta tiitik terangnya.Malah para pedagang berencana  melapor ke pihak berwajib, dengan tuduhuhan penggelapan uang muka pembayaran kios pedagang.

Melihat kondisi dan persoalan yang menimpa para pedagang tersebut, DPRD Kota Bandarlampung, siap mengawal langkah pedagang Pasar Smep tersebut.

Menurut Ketua DPD II Golkar Kota Bandarlampung, Yuhadi mengatakan bahwa pihaknya  siap mendampingi pedagang dalam proses hukum.

” Ya , yang Jelas saya tidak akan tutup mata, persoalan pasar yang terbengkalai di Pasar Smep ini, daerah saya mayoritas pedagang smep itu orang kampung saya, jadi saya tau betul cara mereka mencari uang begitu susahnya, nah giliran sudah bayar uang muka untuk memperoleh ruko yang layak tiga tahun lamanya belum terealisasi, ini ada apa?,” kata Yuhadi

Dirinya mempertanyakan ketegasan Pengembang Pasar Smep, harususnya pihak pengembang  tegas dalam permasalahan ini jika ingin dibangun silahkan dibangun jika tidak kembalikan uang para pedagabg yang jumlahnya hingga miliaran itu.

“Pemkot juga. Harus  tegas dong, masak sudah tiga tahun dibohongin terus rakyatnya,” tegas politisi Golkar ini.

Oleh karenanya, Yuhadi siap mendapingi para pedagang untuk melaporkan persoalan ini keproses hukum hingga kasus Smep selesai. “Jadi kita bukan bicara soal bangunan lagi, karena sudah terlalu sering mereka berjanji, kita bicarakan soal hukum uang itu dikemanakan,” ungkapnya.

Sementara, Sekretaris Komisi II DPRD Yusirwan  menyarankan kepada pemkot untuk mencari pengembang baru persoalan Pasar Smep.

“Kalau nggak mampu mencari pengembang kami komisi II siap mencarikanya, jangan dibiyarkan begitu saja, kasian pedagang yang sudah setor,” jelas Yusirwan.

Politisi PAN ini menyebut pihak pengembang harus mengembalikan uang para pedagang yang sudah disetorkan, selanjutnya pemkot harus mencari pengembang baru, jika masih tidak mampu mencari pengembang seperti yang dikatakan mereka (pemkot) selama ini, komisi dua siap mencarikan penggantinya,

“Saya siap mencarikan pengembang baru dengan syarat uang pedagang dikembalikan dulu. Kalau seperti ini terus kapan selesainya yang terus-terusan dikorbankan masyarakat kecil turutama pedagang,” ucapnya.

Disisi lain, pengamat hukum Universitas Lampung (Unila) Yusdianto menilai carut marutnya pasar Smep memang harus diselesaikan ke proses hukum, karena selama tiga tahun bangunan tidak juga terealisasi sementara uang pedagang tidak dipulangkan.

“Harus berani melpor itu kan hak pedagang untuk mendapatksan bangunan nah bangunan itu sampai sekarang tidak ada, uang juga belum dikembalikan, saran saya proses persoalan ini kehukum, tidak apa-apa satu orang yang melapor,” jelasnya.

Ia menilai pengembang yang ada di Indonesia terutama di Lampung bukan hanya satu, kenapa tetap dipertahankan Alay, ada apa? Menurutnya pengembang yang melalaikan kewajiban hingga tiga tahun sudah melebih wanprestasi (ingkar janji) atau lalai memenuhi kewajibannya. “Kenapa gak cari pengembang lain kenapa mempertahankan itu ada apa? Apakah pemkot kesulitan mencari pengembang atau ada apa,” paparnya. (ydn)

LEAVE A REPLY