. . .

Hilman: Seingat Saya Itu Tiang Lampu Penerangan Jalan

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Mantan wartawan Metro TV, Hilman Mattauch dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  sebagai saksi di persidangan dokter Bimanesh Sutarjo.

Diketahui, dr Bimanesh menjadi terdakwa dalam kasus dugaan merintangi penyidikan kasus e-KTP yang melibatkan mantan Ketua DPR Setya Novanto.

Hilman merupakan sopir mobil Toyota Fortuner yang ditumpangi Setya Novanto saat terjadi kecelakaan tunggal menabrak tiang listrik di daerah Permata Hijau, Senayan, Jakarta Selatan.

Dalam persidangan, Ketua Majelis Hakim Mahfuddin menanyakan kondisi tiang listrik yang ditabrak oleh mobilnya tersebut.

“Waktu ditabrak itu, tiang listriknya rusak nggak?” tanya Hakim Mahfuddin kepada Hilman di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (9/4).

Mendengar pertanyaan hakim, Hilman pun mengaku tidak mengetahuinya. Sebab, jurnalis yang diketahui dekat dengan mantan bendahara umum Demokrat Nazarudin itu, mengaku tidak memerhatikan secara jelas.

“Saya nggak tahu Yang Mulia, saya tidak memerhatikannya,” jawab Hilman.

Meski sudah dijawabnya, namun hakim masih penasaran. Karena itu majelis hakim kembali menanyakan hal tersebut kepadanya.

“Kan mobil saudara rusak, terus tiang listriknya rusak nggak?” tanya hakim lagi.

Namun atas pertanyaan hakim tersebut, Hilman tetap menjawab dengan kalimat yang sama. Hilman mengaku tidak sempat memperhatikan kondisi tiang listrik yang ditabrak mobilnya.

“Iya, yang mulia, tapi saya tidak memperhatikannya,” ujar Hilman.

Namun, lebih lanjut Hilman mengatakan yang ditabrak mobilnya tersebut bukan tiang listrik.

“Bukan (tiang listrik). Seingat saya itu tiang lampu penerangan jalan,” jelas Hilman.

Dalam perkara ini, Bimanesh Sutarjo didakwa merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Bimanesh dan Fredrich Yunadi disebut merekayasa agar Novanto dirawat inap di Rumah Sakit Medika Permata Hijau pada pertengahan November 2017 untuk menghindari pemeriksaan penyidik KPK.

Bimanesh diduga melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. (ce1/rdw/JPC/jpg)