. . .

“Hilang” di Air Terjun saat Persami, Siswa SMA Tanggamus masih Dicari

image_print
TELAN KORBAN JIWA: Massa berkumpul di Air Terjun Juram Jarum Pekon Datarlebuay, Kecamatan Airnaningan, tempat “menghilangnya” siswa SMA Islam Kebumen, Kecamatan Sumberejo, Ade Misrofi (15), ketika ikuti Persami Minggu (16/9) sore. (Foto-foto: DOK SAR TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Keberadaan Ade Misrofi (15) hingga Senin (17/9) sore, masih menjadi “misteri”. Siswa SMA Islam Kebumen, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus itu, “hilang” saat mandi di Air Terjun Juram Jarum Pekon Datarlebuay, Kecamatan Airnaningan pada Minggu (16/9).

Korban bersama teman-temannya, kala itu dalam rangka mengikuti Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami). Para peserta Persami bisa sampai di air terjun, sebab saat itu adalah waktu istirahat. Korban dan teman-temannya memanfaatkan waktu istirahat untuk mandi di air terjun.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Ade Misrofi terjun pas ke titik jatuhnya air terjun. Diketahui, pola air terjun tepat pada titik jatuhan air, maka di bagian dalam seperti menghisap apa pun yang masuk ke dalamnya. Sehingga tim gabungan yang hingga Senin sore ini masih melakukan pencarian hari kedua, menduga korban “terhisap” ke bagian dasar dan tersangkut bebatuan.

BRIEFING: Tim SAR Gabungan melakukan briefing singkat di lokasi, sebelum mencari Ade Misrofi pada pencarian hari kedua, Senin (17/9) pagi.
Komandan Pos SAR Tanggamus Adi Ayangsyah membenarkan, sore ini tim gabungan masih menelusuri keberadaan Ade Misrofi. Dia dilaporkan tenggelam di air terjun pada Minggu sekitar pukul 14.30 WIB. Koordinat lokasi tenggelamnya korban adalah 05° 12′  02″ S – 104° 39′ 49″ E.

“Hari ini adalah pencarian hari ke dua. Hari pertama sudah dilakukan pada Minggu, sejak laporan kami terima. Terpaksa pencarian hari pertama dihentikan, karena kondisi lokasi yang gelap-gulita dan minimnya penerangan. Lalu dilanjutkan hari ini,” ujar Adi Ayangsyah.

Selain petugas Pos SAR Tanggamus, kata dia, pencarian juga melibatkan Camat Airnaningan Thalud, Kepala Pekon Singosari Sigit Fajrianto, Kepala Pekon Datarlebuay, personel Polsek Pulaupanggung, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tanggamus, personel TNI, dibantu puluhan warga.

SUSURI SUNGAI: Tim SAR Gabungan mengandalkan pencarian Ade Misrofi dengan menyusuri aliran sungai (visualisasi), sebab kondisi medan tidak memungkinkan untuk mencari menggunakan rubber boat atau menyelam.
Sarana yang digunakan dalam pencarian ini, lanjut Adi, 1 unit truk personel Basarnas Lampung, 1 unit Rescue Compartement Kansar Lampung, 1 unit RB dan Mopel Basarnas Lampung, 2 set peralatan selam Basarnas Lampung.

Tim SAR gabungan, jelas Adi Ayangsyah, melakukan penyisiran di lokasi dengan mengandalkan visualisasi. Mengingat kondisi medan yang tidak memungkinkan untuk melakukan pencarian dengan menggunakan rubber boat ataupun penyelaman.

“Hari ini, proses pencarian dilanjutkan lagi di kawasan yang memang banyak terdapat air terjun. Air Terjun Datarlebuay berasal dari Curug Jarum, 105 kilometer dari Bandarlampung atau 28 kilometer dari Simpang Bendungan Batutegi. Nanti kalau ada update lagi, kami informasikan lagi ya,” tutup Adi Ayangsyah. (ayp)