Herman HN Calon Gubernur Lampung

PDIP Pasangkan dengan Sekdaprov Sutono

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Sesuai prediksi, Wali Kota Bandarlampung, Herman HN, akhirnya resmi diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai calon gubernur, dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung yang akan digelar pada 27 Juni 2018.

Sebagai pasangan calon wakil gubernur (Cawagub) mendampingi Herman HN, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memilih Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Sutono, dari empat nama yang diajukan Herman HN sebelumnya.

Pengumuman pasangan calon gubernur-wakil gubernur Lampung yang dilakukan langsung oleh Megawati itu digelar di Kantor DPP PDIP, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 58, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/1).

Megawati mengatakan, memilih politik pendidikan karena sesuai dengan ajaran Bung Karno.

“Ini ketiga kalinya menyampaikan ke rakyat calon-calon yang akan ditentukan oleh mereka. Seperti sejak dari awal saya sudah berulang kali mengatakan tidak mencari orang tapi yang dijadikan orang. Sekali lagi saya ingin mengingatkan bagi mereka yang telah diberikan rekomendasi oleh PDI Perjuangan untuk mengikuti aturan kami. Jangan sampai ada hal-hal yang kurang dalam pendaftaran,” imbaunya.

Kalau PDI Perjuangan mengumumkan calon, lanjut Megawati, biasanya penuh dengan wartawan.

“Tadi (kemarin) yang sering disampaikan, kami akan mendeklarasikan (calon) Papua, Maluku Utara, NTB, dan Lampung. Mereka yang akan diberi tugas. Bapak-bapak yang akan dicalonkan juga dari eksternal, jangan kaget,” kata dia.

Presiden RI ke-5 ini juga menyinggung kader yang mencalonkan diri, namun tidak izin.

“Banyak dari kita yang keluar dan itu menjadi tidak beretika. Supaya tidak terlalu panjang mengapa hari ini yang saya sampaikan adalah politik pendidikan,” terang Megawati.

Saat mengumumkan rekomendasi Provinsi Lampung, Megawati menyebut sudah lama kenal dengan sosok Herman HN.

“Lampung ini sudah lama saya kenal Pak Herman HN. Jadi banyak sekali yang telah dilakukan. Pemberian kuota anak-anak miskin secara gratis dan berbagai program. Jadi kalau dilihat, insya Allah 85,5 persen (pemilihnya). Seperti Bupati Kulonprogo yang menerima penghargaan. Opini WTP dari BPK RI berturut-turut,” imbuhnya.

Megawati menyebut wakil Herman HN, Sutono, yang merupakan sekretaris daerah Provinsi Lampung.

“Pak Tono ini menjabat sekda. Jadi sepanjang saya amati sebagai sekda, saya acungi jempol. Orangnya sangat merakyat,” ungkapnya.

Dia juga melabeli Herman HN yang kecil-kecil cabai rawit.

“Herman HN ini kecil-kecil cabai rawit. Dia selalu turun kemanapun dan aktif dalam pengajian bersama istri. Jadi kalau saya minta ke sana, tidak banyak tanya dan langsung dikerjakan,” jelas Megawati.

Megawati lantas memperkenalkan Herman HN untuk maju berdiri.

““Calon gubernur Lampung adalah Herman HN. Ke depan Pak. Saya sudah kenal beliau (Herman HN) lama. Namanya adalah Herman Hasanusi,” kata dia, saat membacakan rekomendasi.

Selanjutnya, putri Proklamator sekaligus Presiden RI pertama Sukarno itu lantas meminta Sutono untuk maju dan diperkenalkan di hadapan kader PDIP.

“Sutono sebagai Sekda Provinsi Lampung boleh diacungi jempol. Saya pikir bagus untuk kemajuan Lampung,” ujar Mega.

Presiden RI ke-5 itu menilai, Sutono sebagai sekretaris daerah Provinsi Lampung sangat berpengalaman di birokrasi dan tata kelola pemerintahan, sehingga, pasangan Herman HN-Sutono sangat tepat dan ideal untuk kemajuan Provinsi Lampung.

Keduanya dinilai punya kans besar untuk memenangkan Pilgub Lampung 2018.

“Yang satunya (Herman HN) orangnya merakyat, yang satu lagi sangat mengenal tata kelola pemerintahan. Jadi ini pasangan ideal buat Lampung,” tegas Megawati.

Dia mengatakan, PDIP mencari sosok pemimpin yang tidak haus jabatan, namun benar benar pemimpin yang berjuang untuk rakyat.

“Berulang kali saya tegaskan, bahwa yang saya cari adalah pemimpin, bukan pemburu jabatan. Saya mencari mereka yang telah berproses, berdialektika, dan mencari mereka yang ‘alam pikirnya’ dan dedikasi hidupnya benar-benar untuk rakyat, bangsa dan negara,” ujar Megawati, sebelum mengumumkan nama-nama bakal calon tersebut.

Untuk itu, lanjut dia, para pasangan calon yang sudah resmi diusung PDIP harus mengikuti peraturan PDIP dan KPU.

“Sekali lagi saya ingin mengingatkan bagi mereka yang secara resmi diberikan rekomendasi dari PDIP, untuk mengikuti peraturan PDIP dan KPU, agar segera menyelesaikan soal administrasi. Jangan sampai ada yang kurang,” imbau Megawati.

Dalam acara deklarasi calon gubernur dan calon wakil gubernur dari PDIP itu, Herman HN duduk berdampingan dengan Sutono dan Ketua DPD PDIP Lampung, Sudin, yang juga menjadi petugas pembaca teks Pancasila.

Pemberian rekomendasi dari PDIP itu diumumkan secara serentak untuk empat daerah (provinsi) yakni Lampung, Papua, Nusa Tenggara Barat dan Maluku Utara.

Dukungan 85 Persen

Megawati melanjutkan, keputusan untuk memberi rekomendasi pada kedua tokoh tersebut juga melalui proses politik yang panjang. Pertimbangan dari rekam jejaknya.

Dalam mengelola keuangan, Megawati menjelaskan pilihannya itu memiliki prestasi luar biasa. Kota Bandarlampung selalu meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tanpa putus.

“Itu (Kota Bandarlampung) dapat WTP dari BPK tujuh kali berturut-turut,” jelas Megawati.

Dengan bekal itu, dia yakin pilihannya punya kekuatan politik yang luar biasa. Bahkan Megawati menyebutkan jika dukungan publik terhadap pasangan tersebut mencapai 85 persen.

“Kalau dilihat dukungan dari rakyat itu 85 persen,” terang dia.

Selain itu, Sutono sebagai wakilnya juga mampu mendongkrak kekuatan politik menghadapi Pilgub Lampung 2018.

“Dia (Sutono) Sekda (Provinsi Lampung). Jadi mengetahui seluk-beluk birokrasi. Sepanjang pengamatan saya, Pak Sutono bisa diacungkan jempol,” kata Megawati.

Megawati juga memaparkan program Herman HN terkait program biling (Bina Lingkungan) bagi anak kurang mampu atau marhanis, dengan membagi-bagikan puluhan ribu pakaian seragam gratis bagi siswa kurang mampu.

“Jadi kalau melihat dukungan rakyat, insya Allah 85, 80 persen,” ujarnya.

Dengan demikian, Herman HN-Sutono bias mencalonkan diri dalam Pilgub Lampung, karena memiliki 17 kursi anggota DPRD provinsi, sebagaimana syarat minimal 17 kursi.

Sementara, Ketua DPC PDIP Bandarlampung, Wiyadi, yang mengikuti acara tersebut membenarkan rekomendasi itu.

“Iya, Pak Herman HN cagub Lampung. Yang duduk di kursi cagub-cawagub adalah Herman HN dan Sutono, itulah pasangan calonnya,” kata pria yang juga menjabat ketua DPRD Kota Bandarlampung itu. (jef/dbs/rus)

 

News Reporter