Herman HN Jemput Rekomendasi PDIP ke DPP?

0
173
views

TRANSLAMPUNG, BANDARLAMPUNG – Walikota Bandarlampung, Herman HN membantah diundang DPP PDI Perjuangan (PDIP) ke Jakarta, sekaligus menjemput rekomendasi untuk menjadi bakal calon gubernur (Bacagub) Lampung.

Herman mengatakan, dia berangkat ke Jakarta pada Rabu (13/9), untuk menghadiri undangan rapat kerja keuangan, bersama 11 walikota lainnya di Istana Negara.

“Bukan, saya diundang ke Istana, acara rapat kerja keuangan, ada 11 walikota kalau gak salah,” kata Herman saat ditemui kemarin.

Ketika disinggung mengenai kabar turunnya rekomendasi bacagub Lampung, Ketua Satgas PDI Perjuangan Lampung ini tak mengetahui, kapan pastinya rekomendasi turun.

“Tidak tahu saya tanggal berapa (rekomendasi keluar). Katanya pertengahan bulan ini. belum pernah dengar kabar. Yang pasti PDI Perjuangan itu kader yang diusung, saya salah satu kadernya. Mudah-mudahan tidak meleset,” harap Herman HN.

Mengenai calon wakil gubernur pendampingnya, Herman gencar diberitakan akan berpasangan dengan Edy Irawan Arief (Rektor Universitas Saburai) dan Ike Edwin (Mantan Kapolda).

Menanggapi hal tersebut, Herman mengaku belum ada komunikasi sama sekali.

“Belum ngobrol, hanya ketemu biasa saja sama Edy dan Ike Edwin. Itu juga tidak duduk bareng saya dalam satu acara,” jelasnya.

Namun demikian, menurut Herman, kedua orang tersebut telah memenuhi kriteria calon pendampingnya, yaitu orang yang setia dan mampu bekerjasama dengan pimpinan.

“Kalau (ada) kebersamaan, pembangunan (akan) enak, semua kegiatan bersama. Kalau tidak bersama, ini repotnya. Mau menggulingkan di atasnya (pemimpinnya), pemimpin tidak benar. Yang penting komitmen bersama membangun bersama, daerah akan lebih bagus,” imbuhnya.

Selain itu, elektabilitas yang tinggi untuk calon wakilnya, juga menjadi salah satu syarat. Herman juga tak menutup kemungkinan kembali berpasangan dengan Bupati Lampung Selatan, Zainuddin Hasan.

“Ya, boleh saja, asal partainya memberikan persetujuan. Elektabilitas juga diukur dari tingkat kebaikannya. Harus baik jadi pemimpin. Turun ke bawah. Apapun masyarakat keluhannya kita atasi, masyarakat susah apa kita cepat turun. Jangan diam saja, diwakilkan si A dan B,” pungkasnya. (jef/fik)