Herman HN Bantah Berduet dengan Petahana

0
3259
views

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Walikota Bandarlampung, Herman HN membantah, soal pemberitaan terkait dirinya yang akan berduet dengan petahana, pada pemilihan gubernur (Pilgub) Lampung 2018 mendatang.

Menurutnya pemberitaan tersebut adalah berita bohong (hoax).  Herman mengatakan, berita tersebut diangkat untuk membuat heboh suasana politik di provinsi berjuluk ‘Sai Bumi Ruwa Jurai’ ini.

“Itu berita hoax, berita pembohongan. jangan membuat heboh suasana ya. Saya ingin berita obyektif. Tanya calonnya siapa. Jadi gak mungkin, mana bakal terjadi (berpasangan). Saya kalau jadi wakil gubernur lebih baik jadi walikota saja. Makanya saya tidak daftar (partai) kemana-mana, cuma daftar ke PDI-Perjuangan (PDI-P). Itulah partai saya,” tegas Herman kepada awak media di rumah dinas walikota, Selasa (10/10).

Bagaimanapun juga, Herman mengatakan jika dirinya harus dibawa PDI Perjuangan sebagai calon nomor gubernur. Dia tidak bersedia menjadi nomor dua atau wakil gubernur. Jika nantinya itu merupakan perintah DPP PDI-P, Herman dengan tegas akan menolaknya.

“Ya, itu berita gak benar. Jangan meresahkan masyarakat kota Bandarlampung ini. Saya nyalon nomor satu, gak ada nomor dua. Kalau nomor dua, sudah banyak yang mau lamar saya,” imbuhnya.

Mantan kadispenda Lampung ini menegaskan ingin menjadi gubernur untuk memakmurkan rakyat Lampung sejahtera, dengan program berobat gratis, pendidikan gratis, jalan bagus semua, pertanian makmur, pupuk tepat waktu dan panen berlimpah ruah.

”Saya ingin Lampung maju. Jadi kalau katanya saya mau digandeng jadi nomor dua, gak ada. Bohong itu. Saya nomor satu,” tukas Herman.

Hal itu juga diperkuat dengan persiapannya menghadapi konstelasi Pilgub 2018 mendatang. Ia terus menyiapkan media sosialisasi seperti banner, baju, kalender, dan mobil operasional berlogo partai PDI-P.

“Ya, semua sudah semakin siap. Banner sudah banyak, mobil PDI Perjuangan ada. Tinggal tunggu tanggal rekomendasi keluar. Ditandatangan Megawati dan Hasto, karena saya gak bisa atur-atur kapan keluarkan itu (rekomendasi) DPP,” jelasnya.

Jika jadi maju melangkah sebagai calon gubernur, Herman juga telah menyipakan pengajuan cuti sebagai wali kota.

“Ya, kalau nyalon pasti cuti, karena masih satu wilayah. Kalau menyeberang, misalnya dari Palembang mau ke Bandarlampung, harus berhenti,” ujar dia. (jef/fik)