Heboh, di Buku IPS Yerusalem Ibu Kota Israel

TRANSLAMPUNG.COM – Kehebohan kembali terjadi di dunia pendidikan Indonesia. Kali ini, tengah viral di media sosial soal isi buku dalam pelajaran Kelas 6 Sekolah Dasar (SD).

Dalam buku Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) keluaran Penerbit Yudhistira, dituliskan bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota dari Israel.

Unggahan yang tersebar di Facebook dan WhatsApp itu menjadi ramai diperbincangkan. Apalagi menyusul keputusan kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Keputusan sepihak terhadap kota yang disengketakan selama puluhan tahun itu, kembali membangkitkan amarah yang kuat di seluruh dunia.

Terkait viralnya unggahan  isi buku pelajaran itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI pun membenarkan, bahwa buku itu merupakan buku terbitan Yudhistira Tahun 2008.

“Ya, itu buku yang di SK-kan tahun 2008. Itu merupakan hasil penilaian dari Kemendikbud pada 2008 itu untuk menjalankan Kurikulum 2006,” kata Kepala Litbang Kemendikbud RI Totok Suprayitno di Jakarta, Selasa (12/12).

Dia mengatakan, pihaknya menyambut positif respons masyarakat dalam menanggapi informasi soal isu buku IPS kelas 6 tersebut. Masyarakat kini sudah jeli dalam menerima bahan pelajaran yang ada di satuan pendidikan.

“Artinya apa? Ekosistem perbukuan jalan. Bahwa masyarakat peduli ada bahan ajar yang mungkin salah dikirim kepada anak-anak kita dan tidak diam. Nah, ini salah satu tanda yg baik. Jadi masyarakat peduli dan melaporkan ada koreksi melalui medsos,” papar Totok.

Diketahui, aturan soal terbitan buku pelajaran ada dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Buku yang Digunakan oleh Satuan Pendidikan.

Aturan itu menyatakan, buku pelajaran adalah sumber pembelajaran utama untuk mencapai kompetensi dasar dan kompetensi inti dan dinyatakan layak oleh Kemendikbud untuk digunakan pada satuan pendidikan.

Selanjutnya, Totok meminta pihak penerbit untuk meralat kesalahan informasi yang ada di dalam buku tersebut.

“Buku itu agar tidak terus menerus salah, itu akan segera dilakukan ralat. Lalu yang sudah ada di website itu di-off dulu sementara sampai nanti ada koreksi,” pungkasnya.

Terpisah, saat wartawan berusaha menghubungi Kantor Redaksi Yudhistira yang ada di Bogor, Jawa Barat, pertama kali, belum ada yang mau memberikan pernyataan resmi dari pihak Yudhistira.

Resepsionis menyatakan bahwa jajaran marketing dan redaksi tengah mengadakan rapat dan meminta untuk kembali menghubungi beberapa saat lagi.

Untuk kedua kalinya, lagi-lagi tak ada jawaban dan meminta untuk kembali menghubungi besok hari. (jpg/rus)

News Reporter