Hati-hati, Peredaran Upal Incar Wilayah Pasar Kotaagung!

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Belum lama menikmati hasil aksinya menipu beberapa pedagang di Pasar Kotaagung, Tanggamus dengan uang palsu pecahan 50 ribu, Agustiawan (24) terpaksa pasrah saat digiring Unit Reskrim ke Mapolsek Kotaagung. Warga Pekon Negeri Ngarip, Kecamatan Wonosobo itu, mengaku membeli 13 lembar upal kertas pecahan 50 ribu seharga Rp150 ribu, dari seseorang berinisial Dd, warga Lampung Timur.

Kapolsek Kotaagung AKP Syafri Lubis ketika dikonfirmasi terkait kasus peredaran upal yang sudah merangsek ke wilayah hukumnya mengatakan, tersangka ditangkap Bripka. Dedi Irawansyah di Pasar Kotaagung, Rabu (21/2) sekitar pukul 13.00 WIB. Pada saat dibekuk, tersangka rupanya sedang membelanjakan upal yang dimilikinya dengan bertransaksi di sebuah toko pakaian, milik Anudin (19).

“Keberhasilan tersebut merupakan upaya Polsek Kotaagung yang sudah menerjunkan anggota, guna menyelidikan peredaran uang palsu. Sebab berdasarkan laporan masyarakat yang kami terima, ada peredaran uang palsu di Pasar Kotaagung. Maka kami terjunkan anggota untuk melakukan penyelidikan informasi ini,” jelas Syafri Lubis, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, Kamis (22/2) pagi di mapolsek setempat.

Dari tangan tersangka yang merupakan debt colector sebuah perusahaan leasing kendaraan roda dua di Kotaagung tersebut, petugas turut menyita 9 lembar uang palsu pecahan 50 ribuan yang disimpan di tas selempangnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini tersangka berikut barang bukti berupa 9 lembar uang palsu, tas, dan dompet kini ditahan di Mapolsek Kotaagung.

“Tersangka terancam diganjar Pasal 244 subsider Pasal 245 KUH Pidana, tentang uang palsu dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tegas Syafri Lubis.

Ketika didesak terkait hubungannya dengan Dd, Agustiawan terkesan berusaha keras menutupi kebenaran. Dia hanya menyebutkan, mengenal Dd saat keduanya sama-sama merantau di Jakarta. Lalu, sama-sama pulang ke kampung halaman. Agustiawan pulang ke Tanggamus, sedangkan Dd ke Lampung Timur.

“Belum lama kemarin, saya ketemu sama dia di sini. Dari situlah, saya beli uang palsu pecahan 50 ribu sebanyak 13 lembar, seharga Rp150 ribu yang dia bawa. Saya hanya tahu dia dari Lampung Timur. Selebihnya saya nggak tahu apa-apa Pak,” ungkap tersangka di hadapan Tim Penyidik Polsek Kotaagung.

Modus: Tersangka Membeli Pakaian, Pulsa, dan Aksesoris Ponsel

KAPOLSEK Kotaagung AKP Syafri Lubis menerangkan, modus operandinya Agustiawan mengedarkan upal, adalah dengan membeli pakaian, pulsa, dan kelengkapan atau aksesoris handphone di Pasar Kotaagung.

“Tersangka dengan sengaja mengedarkan uang palsu dengan cara membelanjakannya kepada para pedagang. Dengan tujuan memperoleh barang dan kembalian uang asli dari korbannya,” ungkap kapolsek.

Tersangka mengakui membeli uang palsu 13 lembar pecahan 50 ribu dari Dd, dengan membayarnya Rp150 ribu uang asli. Tersangka bertemu dengan Dd di jembatan Pekon Terbaya Kecamatan Kotaagung.

“Selanjutnya tersangka mulai membelanjakan uang palsu yang didapat. Seperti membeli celana, baju, dan pulsa, aksesoris ponsel. Pengakuan tersangka, dia baru melakukannya baru sekali. Terhadap Dd, kami masih terus mengorek keterangan dari tersangka. Karena tersangka hanya mengatakan Dd dari Lampung Timur. Tetapi alamat lengkapnya belum kami ketahui,” pungkas mantan Kapolsek Selagailingga, Lampung Tengah itu. (ayp) 

 

 

News Reporter