. . .

Harga Tiket Pesawat akan Naik

image_print

Menhub: Kalau Tidak Dinaikan Mereka Saling “Membunuh”

TRANSLAMPNG, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mematangkan rencana kenaikan tarif batas bawah tiket pesawat untuk penerbangan domestik. Saat ini, tarif batas bawah maskapai sebesar 30% dari tarif batas atas. Nantinya, batas bawah ini akan dinaikkan menjadi 35 persen dari tarif batas atasnya.

Hal itu sesuai ketentuan Permenhub Nomor 14 Tahun 2016 tentang Mekanisme Formula Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas dan Batas Bawah Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal dalam Negeri.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, dengan tarif batas bawah yang berlaku sekarang ini, diharapkan bisa membuat persaingan di industri penerbangan menjadi lebih sehat. “Kalau tarif yang sekarang ini tidak sehat, banyak maskapai yang berperang harga dan saling bunuh. Akibatnya, maskapai yang tidak mampu bersaing akan mati,” kata Budi di Jakarta, Rabu (29/8).

Menurut Budi, kenaikan tarif batas bawah 5 persen yang ditetapkan sekarang ini tidak besar dan diyakini masih bisa dijangkau masyarakat. “Kalau riilnya itu naik 10 persen, tapi ini hanya kita naikan 5 persen. Kalau kenaikan 5 persen itu kecil,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Pahala N Mansury menilai, saat ini tarif batas bawah sangat mempengaruhi operasional dan beban maskapai, salah satunya Garuda Indonesia.

Di sisi lain, harga avtur telah mengalami kenaikan mencapai 40 persen. Untuk itu, penyesuaian tarif batas bawah tersebut bisa memberikan nafas bagi para maskapai.
“Yang pasti kita terus dilibatkan dalam pembahasan mengenai tarif batas bawah ini, baik di Menko Maritim atau di Kemenhub,” pungkasnya. (DS/FIN)