Hadapi Wereng, Petani Padi Wonosobo Gunakan Varietas INPARI 33

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Kehidupan para petani di Kabupaten Tanggamus terus diperhatikan. Salah satunya wujudnya, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Tanggamus terus mengembangkan benih padi varietas Inbrid Padi Irigasi (INPARI) 33 untuk meningkatkan produktivitas padi.

Kepala DPTPH Tanggamus Soni Isnaini, melalui Kasi Pertanian Rahmat Hidayat mengatakan, selain untuk meningkatkan produktivitas padi, pengembangan benih padi varietas INPARI 33 dalam rangka mengantisipasi masalah serangan hama wereng. Selama ini, problema itu menjadi salah satu ancaman laten bagi para petani padi di Tanggamus.

Serangan hama wereng kerap terjadi di Tanggamus. Bahkan setiap tahun. Lokasi yang paling sering menjadi korban serangan wereng adalah lahan pertanian padi di Kecamatan Wonosobo dan Semaka. Tak main-main, serangan wereng bisa berimbas pada gagal panen, sehingga membuat petani gulung tikar.

“Untuk mengantisipasi dan menanggulangi masalah hama wereng tersebut, maka DPTPH bekerja keras mencarikan solusi yang tepat. Khususnya varietas benih padi yang mumpuni dan tahan hama. Sehingga kami mendapatkan info pengembangan satu varietas benih padi di pusat, yakni INPARI 33. Varietas ini tahan hama wereng. Maka kami tawarkan kepada kelompok tani untuk dikembangkan. Dan terbukti  berhasil,” ujar Rahmat Hidayat.

Dia menjelaskan, memang belum semua lahan persawahan di Kabupaten Tanggamus menerapkan benih INPARI 33. Karena tidak semua lahan sawah bermasalah hama wereng. Lalu sebagian petani ini masih lebih memilih menggunakan varietas favorit, yaitu Ciherang.

“Saat ini yang sudah mengembangkan varietas benih padi INPARI 33 adalah di Kecamatan Wonosobo. Alhasil terbukti sukses, tidak terjadi serangan wereng dan hasil panen meningkat. Sebenarnya satu varian lagi benih yang kami kembangkan, yakni varietas INPARI 30 di Kecamatan Gunungalip. Keunggulannya sama, yaitu tahan hama dan produktivitas lebih bagus dari varietas biasa lainnya,” terang Rahmat lagi.

Untuk untuk hasil produktivitas padi varietas INPARI, dia menambahkan, memang lebih bagus dibandingkan varietas lainnya. Seperti dalam satu hektare lahan sawah, akan keluar hasil produksi padi sekitar 8 ton. Dengan keunggulan lainnya, risiko gagal panen akibat serangan hama juga sangat kecil.

“Pengembangan varietas INPARI ini, sebagai bentuk perhatian dinas kepada petani padi di Tanggamus. Agar varietas benih padi yang unggul dan tahan hama itu, dapat meningkatkan kesejahteraan para petani, yang sebelumnya kerap gagal panen akibat serangan hama,” tandas Rahmat. (ayp)

 

News Reporter