. . .

H.Mustopa Endi Hasibuan Pimpin Perhumas Lampung

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – H. Mustopa Endi Hasibuan akhirnya secara aklamasi terpilih menjadi Ketua BCP Perhumas Lampung menggantikan Leo Ramadhanus pindah tugas ke Jakarta. Sedangkan Sekretaris Sudipto dan Bendahara Cici di Café Diggers Pahoman Bandarlampung Senin (12/11) malam.

Endi mantan pegawai Bank Lampung yang saat ini menjadi dosen dibeberapa perguruan Tinggi Negeri dan Swasta mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.

Endi menuturkan “Lampung Bicara Baik”, kalimat yang sederhana tapi sarat makna ini menjadi gerakan insan Humas Lampung yang diinisiasi oleh Persatuhan Hubungan Masyarakat (Perhumas) BPC Lampung.

Gerakan ini mengajak para praktisi kehumasan atau public relations (PR), baik di jajaran swasta maupun pemerintahan, bersama-sama menjadi agent of change dengan motto “Lampung Bicara Baik”, sekaligus mengajak Warga Lampung untuk menjadi Humas dengan berbicara baik tentang Lampung
Harapannya, tentu saja, motto ini menjadi spirit bersama dalam kehidupan sehari-hari bangsa yang belakangan ini terasa lebih sesak dan kental dengan ragam perbedaan. Supaya ke depan, akan terbangun brand Lampung yang positif, yang berdampak positif pula terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara di semua sektor, termasuk sektor perkenomian.

Sekilas, pendekatan yang diusung terlihat sekadar menitik beratkan pada hasil akhir bahwa semua komunikator harus berusaha mengkomunikasikan materinya dengan cara yang baik. Namun sesungguhnya, banyak tantangan yang dihadapi, di antaranya, tak terbendungnya arus informasi melalui platform media sosial. Konten baik dan buruk, fakta dan fiktif bercampur aduk lalu menjadi viral di media sosial dan membuat kegaduhan.

Viral yang buruk membuat Lampung yang indah dan mempesona menjadi tak mendapat tempat di hati ribuan wisatawan asing yang ingin berkunjung ke Lampung. Cuitan di Twitter dan Facebook yang saling mencibir adalah hal yang kontra produktif dengan kampanye pemerintah Wonderful Lampung.

Kondisi dunia digital ini membuat para praktisi kehumasan pun harus beradaptasi, hingga munculah konsep kehumasan yang baru yaitu “digital PR”.

Lalu, apa itu digital PR? Bagaimana pula Perhumas Lampung lewat kampanye “Lampung Bicara Baik” berupaya memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat tentang perlunya berbicara baik. (*)