. . .

Gugatan Warga, soal penyerebotan tanah, Di Tolak Majelis Hakim.

image_print

TRANSLAMPUNG.COM,KALIANDA Gugatan Mursalin (73), warga Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan terhadap PT.ASDP Indonesia Ferry (Persero) perkara penyerobotan tanah seluas 25 ribu meter persegi, di Desa Bakaueni, ditolak oleh Majelis Hakim.

Pasalnya, berkas perkara perdata yang diajukan pengguggat Mursalin selaku pengguggat belum lengkap.

Dalam amar putusanya, Ketua Majelis Hakim I Putu Gede Saptawan, mengatakan lahan seluas 25 ribu meter persegi di Desa Bakaheni, terkena pembangunan badan jalan pada proyek Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) Bakauheni – Terbanggi Besar itu telah diajukan guggatan oleh warga setempat dengan terguggat PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Namun, setelah melihat bukti-bukti yang diajukan dalam persidangan. Maka, gugatan warga tidak memenuhi syarat dan berkasnya tidak lengkap.

“Untuk itu, gugatan Mursalin, warga Desa Bakauheni dinyatakan guggatanya tidak jelas dan tidak sempurna atau tidak memenuhi syarat. Maka, hal ini dapat mengakibatkan tidak di terimanya gugatan tersebut,” kata dia, dalam Sidang yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Kalianda, Rabu (1/8/2018).

Atas putusan ini, kata Majelis Hakim, memberikan waktu selama 14 hari kepada pengguggat untuk mengajukan upaya hukum yakni Banding atau menerima putusan Pengadilan Negeri (PN) Kalianda.

“Atas putusan ini, kami berikan waktu selama 14 hari kepada pengguggat untuk melakukan upaya hukum lainya,” pungkas I Putu Gede Saptawan, sembari mengetuk palu sebanyak 3 kali sebagai tanda sidang ditutup.

Diketahuu, Sidang yang digelar Pengadilan Negeri (PN) itu dipimpin Majelis Hakim I Putu Gede Saptawan didampingi Dodi Setyo Wijayanto dan Chandra Revolusi sebagai hakim anggota dan dihadiri oleh panitera pengganti Rajes Mizandi.

Turut hadir Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negari Lampung Selatan Rian sebagai pengacara negara dan pengguggat.(JOHAN)