Gubernur Ridho Resmikan Jembatan Terpanjang yang Dibangun Pemprov Lampung

0
509
views
TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG– Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo meresmikan tiga jembatan di Kabupaten Tanggamus yakni Jembatan Way Umbar, Way Paku, dan Way Paku II, Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus, Jumat (8/9/2017). Jembatan Way Umbar merupakan salah satu jembatan terpanjang yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.
Pembangunan jembatan itu, kata Ridho, membuka daerah dari keterisolasian dan mempersingkat jarak tempuh warga menuju Cukuh Balak dari yang semula harus ditempuh 4 jam menjadi 30 menit. “Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu daerah yang menjadi perhatian Pemprov Lampung karena banyak potensinya. Pemprov Lampung bahkan mengalokasikan dana Rp110 miliar untuk menunjang pembangunan infrastruktur Tanggamus,” kata Gubernur usai penandatanganan prasasti peresmian.
Walaupun tidak dekat dengan ibu kota provinsi, Pemprov Lampung tidak pernah melupakan Tanggamus. Menurut Gubernur, dalam waktu tidak lama Kabupaten Tanggamus bisa menjadi kabupaten unggulan Lampung. “Sektor pekebunan dan pariwisata unggul, tinggal keterpaduan bersama untuk memajukan Tanggamus. Mohon doakan Saya dan Pemerintah Provinsi Lampung dapat terus amanah bekerja keras dalam membangun Lampung dan menyejahterakan warga Lampung,” ujar Gubernur.
Jembatan ini, menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, bertipe rangka baja yang dibangun dua tahap yakni pada 2015 dan 2016 menggunakan dana APBD murni Provinsi Lampung. Spesifikasinya, beton kelas B (2×0,5 m trotoar dan 6 meter lantai) dengan tipe RTA (rangka baja australia, bentang 2x 60 m (dua bentang) dan panjang 120 meter menggunakan jenis pondasi tiang pancang 400mm dan pembebanan BM 100.
Sedangkan jembatan Way Paku dan Way Paku II dibangun sejak 2016. Keduanya merupakan jembatan kelas B/dimensi lantai (2×0,5m trotoar dan 6 meter lantai) bertipe gelagar beton (GTI) dengan pembebanan BM 100. Jembatan Way Paku memiliki panjang bentang 18 meter menggunakan pondasi tiang pancang. Kemudian, Jembatan Way Paku II memiliki panjang bentang 25 meter dengan jenis pondasi sumuran.
Dalam kurun waktu 2014-2016, Pemerintahan Gubernur-Wakil Gubernur Ridho Ficardo-Bachtiar Basri membangun 9 jembatan, 9 box culvert, dan pembangunan serta pemeliharaan berkala dengan kondisi jalan mantap 65 persen, pada 2014. Lalu, di  2015, Pemprov Lampung membangun delapan jembatan, 16 box culvert, 1.107,68 km pemeliharan rutin jalan serta 336,63 km dengan kondisi mantap 67,2 persen.
Selain itu, pada 2016 Pemprov Lampung membangun enam jembatan, satu box culvert, pembangunan dan pemeliharaan jalan sepanjang 164 km dan meningkatnya kondisi mantap jalan menjadi 70,02 persen serta pemeliharaan rutin jalan sepanjang 1.141,22 km.
Pembangunan jembatan tersebut, menurut Kepala Pekon Umbar, Samsudin, berdampak positi terhadap warga. “Dulu kalau banjir anak-anak tidak sekolah karena tak bisa menyeberang sungai. Kehadiran jembatan ini luar biasa, anak-anak sekarang bisa sekolah walau sungai banjir,” kata Samsudin. (*)