. . .

Gubernur Dukung Target Peningkatan Kualitas ITERA Setara ITB

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, LAMPUNG SELATAN – Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mendukung penuh target peningkatan kualitas Institut Teknologi Sumatera (Itera) agar setara dengan ITB. Dengan demikian Itera diharapkan dapat menjadi pionir atau pelopor yang berkontribusi besar bagi kemajuan Provinsi Lampung.

Dukungan dan harapan Gubernur tersebut disampaikan Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Taufik Hidayat pada acara Sidang Terbuka Itera dalam Rangka Dies Natalis ke- 4 tahun 2018, di Ruang Aula Itera, Sabtu (6/10).

“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berharap Dies Natalis Itera ke-4 ini akan membawa Perguruan Tinggi Negeri kebanggaan masyarakat Lampung ini meningkat ke level global. Semoga, dengan bertambahnya umur, Itera akan terus melakukan evaluasi, koreksi dan introspeksi guna kemajuan di masa datang,” ujar Taufik.

Selain itu, Taufik minta Itera membangun kekompakan dengan Pemerintah Daerah dalam melakukan pembangunan di bidang pendidikan untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

“Itera harus mampu berdaya saing untuk membangun masyarakat dan bangsa, khususnya daerah Lampung,” katanya.

Dengan mengusung tema “Itera Bersinergi Menyongsong Pendidikan Berbasis Revolusi Industri 4.0”, Taufik menyampaikan bahwa hal tersebut menandakan bahwa segenap Civitas Akademika Itera giat berperan dalam menyongsong Revolusi Industri 4.0 khususnya melalui bidang pendidikan.

“Oleh karena itu, kegiatan Dies Natalis menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kerja sama dan ikut bersinergi mendukung percepatan pembangunan di Provinsi Lampung yang kita cintai,” ujarnya.

Taufik menyebutkan jajaran Pemprov Lampung terus berusaha meningkatkan pembangunan pendidikan sekaligus mutu pendidikan di Lampung. Sasaran/fokus tersebut tertuang dalam Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Lampung 2005-2025. Salah satu sasarannya diarahkan pada terwujudnya SDM yang berdaya saing tinggi, menguasai Iptek, sehat dan sejahtera.

“Disinilah peran aktif seluruh perguruan tinggi sangatlah diharapkan. Perguruan tinggi sebagai produsen tenaga-tenaga terdidik yang profesional, harus mampu menjawab tantangan ini. Terlebih, saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat cepat,” katanya.

Dengan kata lain, sambung Taufik, menuntut kita untuk terus melakukan perubahan mindset, produktivitas, disiplin, inovasi, dan tentunya kurikulum serta metode pendidikan juga harus berubah, kompetensi SDM yang dibutuhkan juga harus berubah. “Para dosen dan mahasiswa harus menyadari realitas persaingan yang akan mereka hadapi. Kita harus menyiapkan para mahasiswa agar mereka mampu bersaing dan menyasar lapangan kerja, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional,” ujarnya.

Taufik berharap Itera menyiapkan fasilitas pendukung di kampus untuk mendorong inovasi yang mendukung para mahasiswa dan para dosen lintas fakultas, lintas ilmu untuk berkolaborasi, untuk berinovasi.

“Lanjutkan kerja keras Bapak / Ibu sekalian secara cerdas, dengan tuntas, dan disertai dengan keikhlasan. Semoga Itera semakin jaya dan menjadl kebanggaan masyarakat Lampung hingga di tingkat Nasional, regional, maupun internasional,” katanya.

Sementara itu, Rektor Itera, Ofyar Z. Tamin mengatakan Itera yang terbilang merupakan perguruan tinggi negeri baru binaan Institut Teknologi Bandung (ITB), ditargetkan dapat menjadi Center of Exellence di Sumatera serta memiliki kualitas setara ITB dalam waktu 25 tahun ke depan.

“Untuk mengejar target tersebut, kami berusaha membentuk pondasi awal yang kuat, kokoh, dan dibangun dengan budaya kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas seluruh jajaran pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan Itera,” ujarnya.

Ofyar menjelaskan selama empat tahun terakhir, ITERA juga melaksanakan percepatan pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana untuk menjamin pelaksanaan kegiatan perkuliahan serta pelayanan administrasi berjalan dengan baik.

“Sejak tahun 2013 -2018 telah dilaksanakan pembangunan gedung serta sarana prasarana sebanyak 32 unit yang bersumber dari anggaran rutin Kementerian Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) serta dana SBSN, maupun bantuan dan hibah dari instansi dan lembaga non-ristekdikti seperti Kementerian PU&PR, Pemprov Lampung, Pemkot Bandar Lampung, Pemkab Lampung Selatan dan pihak lainnya,” katanya.

Selain itu, pada periode 2014-2018 telah dimulai pula pembangunan proyek strategis guna mewujdukan ITERA sebagai smart, friendly, dan forest campus.

“Seperti pembangunan kebun raya Itera, Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL), Masjid Raya At-Tanwir ITERA, dan Stasiun Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (MKG) Itera serta dimulainya penerapan e-learning guna mempersiapkan Itera sebagai perguruan tinggi yang siap menyambut era Revolusi Industri 4.0,” tandasnya. (*)