Gitar Tunggal Sebagai Wahana Pemersatu Masyarakat Lampung

0
373
views

BANDARLAMPUNG – Guna menggali dan melestarikan budaya Lampung. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung terus melakukan berbagai kegiatan. Salah satunya, melaksanakan lomba Gitar Tunggal membawakan lagu tradisional Lampung, memperebutkan tropy Kapolda Lampung, yang dilaksanakan 15-17 April 2016, bertempat di Tugu Adipura, Bandarlampung.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kota Bandarlampung, Yus Amri Agus mengatakan, Festival Gitar Tunggal ini,adalah yang pertama di Lampung, yang tujuannya menggali dan melestari kebudayaan Lampung, serta memberikan pengenalan kepada pemuda tentang kebudayaan.

“Festival ini guna mengenalkan kepada masyarakat, terutama pemuda agar lebih mengenal lagi kebudayaan Lampung. Karena kebudayaan Lampung mempunyai nilai jual, tidak kalah dibandingkan dengan kebudayaan dari daerah lain,” jelas Yus Amri, Jumat (15/4).

Dia mengungkapkan, Festival Gitar Tunggal ini mendapat apresiasi dan sambutan baik dari masyarakat. Terbukti dengan jumlah peserta yang mencapai 140 orang. “Selain Festival ini, Pemkot Bandarlampung juga telah lebih dulu melaksanakan minum kopi gratis, kopi yang merupakan hasil bumi asli Lampung, bertempat di Tugu Adipura, sekaligus terciptanya destinasi wisata kuliner baru di Bandarlampung,” kata dia.

Dengan adanya Festival ini, sambung dia, merupakan salah satu momentum bangkitnya seni budaya Lampung yang nyaris terlupakan.

Walikota Bandarlampung Herman HN mengungkapkan, Festival Gitar Tunggal ini digagas langsung oleh Kapolda Lampung, bahkan wisata kuliner kopi di Tugu Adipura ini juga, penggagasnya adalah Kapolda Lampung yang merupakan asli putra daerah Lampung.

“Kalau taman kopi, nantinya bukan hanya di Tugu Adipura ini saja. Akan kita buat ditempat lain juga, seperti di depan kantor pos, depan tugu juang dan di Tugu Pengantin Teluk Betung,” beber dia.

Kedepan, lanjut orang nomor satu di Bandarlampung ini, semua peserta Festival ini, akan diberikan transport guna mengisi hiburan live musik tradisional Lampung di semua hotel-hotel berbintang di Bandarlampung. “Saya mau, semua hotel berbintang dibandarlampung setiap malam minggu wajib mempertunjukan live musik tradisional Lampung,” ucap dia.

Sementara Kapolda Lampung Brigjend Pol Ike Edwin mengungkapkan, sudah saatnya kebangkitan kebudayaan Lampung, 47 tahun merantau dan saat ini kembali ke Lampung. Jadi harus membangkitkan kebudayaan Lampung.

Kedepan, bukan hanya Festival Gitar Tunggal dan minum kopi gratis yang akan dilakukan, karena bakal banyak lagi kegiatan untuk membangkitkan kebudayaan Lampung ini. “Bulan Juni nanti saya mau menambahkan koleksi lagu Lampung dengan cara memperlombakan ciptaan lagu Lampung.  Akan kita cari 10 lagu lampung terbaik. Dan semua lagu Lampung yang diciptakan akan diseleksi dan dijadikan daftar lagu andalan. Nanti penciptanya akan diseleksi, ada lagu pop Lampung, lagu pop melayu Lampung,” jelas Dang Ike sapaan akrabnya.

Selain itu, sambung dia, pihaknya juga akan melaksanakan pentandingan pencak silat Lampung. “Yang jelas, kita akan kembalikan kearipan lokal yang menjadikan alat pemersatu bangsa,” tutur dia.

Berdasarkan pantauan, Festival Gitar Tunggal dibuka dengan ditandai pemetikan Gitar yang dilakukan oleh Kapolda Lampung dan Walikota Bandarlampung, yang sebelumnya mempertunjukan tari-tarian khas Lampung dan pertunjukan lagu tradisional Lampung yang dibawakan oleh Maestro Lampung, Cik Din. (Jef)

LEAVE A REPLY