GIL Usulkan Perbaikan Nama Radin Intan II

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG-Gamolan Institute Lampung (GIL) akan mengajukan usulan perbaikan nama Radin Intan II sebagai nama pahlawan nasional provinsi Lampung kepada Presiden. Hal itu mengarah pada Surat Keputusan (SK) Presiden No 082/TK/1986 tentang “penganugerahan Pahlawan Nasional Provinsi Lampung” yang dianggap perlu dilakukan revisi.

Ketua GIL, Novelia Yulistin Sanggem mengatakan bahwa perbaikan dan menetapkan nama dari Radin Inten II menjadi Radin Intan II sesuai dengan nama yang ada di keratuan Darah Putih.

Dia Menjelaskan, setelah mendapat laporan dari warga yang mengetahui sejarah yang sesungguhnya, membuat GIL terdorong untuk melakukan penelitian dan mereka sendiri mengaku baru tersadar lantaran akan segera diresmikannya Bandara Internasional di Lampung sebentar lagi.

“Ya, kami baru tersadar bahwa terjadi kesalahan penulisan nama selama ini, sebenarnya penasehat GIL, Hasyimkan, sudah menyadari sejak lama namun tidak tahu harus berbuat apa untuk melakukan protes atau perbaikan lantaran awam, beruntungnya kami segera melakukan penelitian,” kata Novelia saat memberikan penjelasan di RM Cikwo, Rabu (1/3).

Novelia merasa miris, kenapa selama berpuluh-puluh tahun lamanya, hal tersebut dibiarkan begitu saja atau ketidaksadaran kesalahan penulisan nama tersebut hingga saat ini.Dilanjutkannya, ada beberapa pengusulan perbaikan nama yang terjadi perubahan diantaranya nama Bandara Radin Inten II di Kabupaten Lampung Selatan, nama IAIN Raden Intan di Kota Bandarlampung, ama Jalan Raden Intan di selurih Lampung, ama patung Raden Inten di Kota Bandarlampung, nama Pangkalan Pramuka Unila Raden Intan di Kota Bandarlampung

Dia menjelaskan berdasarkan hal-hal tersebut, GIL Secepatnya akan mengambil langkah untuk menemui Gubernur M Ridho Ficardo untuk menggelar audiensi agar segera merealisasikan perbaikan nama pahlawan ke Presiden, sehingga tidak lagi terjadi kerancuan.

Kemudian Hasyimkan menambahkan, bahwa pihaknya hanya ingin meluruskan terkait nama pahlawan Provinsi Lampung Radin Intan sesuai pada jalurnya, melalui perbaikan SK Presiden yang ditandatangani Soeharto tersebut.

“Kami hanya ingin dilakukan perbaikan penulisan nama Pahlawan Radin Intan, karena Lampung akan segera mendunia, jangan sampai kesalahan ini terus terjadi, tetapi kami tidak menyalahkan birokrasi karena semua bermuara dari SK Presiden,” tegasnya.(hkw)

News Reporter