Gertak Mata Babe Libatkan Masyarakat, PNS, sampai TNI

TRANSLAMPUNG.COM, KOTAAGUNG – Pemkab Tanggamus akan meluncurkan Gerakan Serentak Masyarakat Tanam Bawang dan Cabe (Gertak Mata Babe). Sedikitnya 110 ribu rumahtangga akan dilibatkan dalam program yang digadang-gadang bisa mencegah inflasi, akibat tingginya harga cabai dan bawang.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Tanggamus Andi Wijaya mengatakan, pemkab akan melibatkan semua pihak. Khususnya masyarakat yang punya kekuatan terbesar. Nantinya semua rumahtangga diwajibkan menanam cabai dan bawang minimal 10 polybag. Diperkirakan selama ini di Tanggamus ada 110 ribu rumahtangga.

Hal itu sudah diputuskan dalam rapat bersama oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Tim terdiri gabungan beberapa instansi terkait yang dipimpin Plt Sekda. Dari rapat ini maka seluruh instansi terkait akan langsung bergerak. Sebab targetnya dalam waktu tidak lama akan di-launching. Andi Wijaya mengatakan, gerakan ini untuk menggerakkan masyarakat bercocok tanam, mewujudkan rumah pangan lestari dan mengendalikan inflasi daerah.

“Dari beberapa tujuan itu memang target program ini untuk jangka pendek dan jangka panjang. Terlebih yang merasakan adalah masyarakat dan dilakukan oleh mereka yang dibantu pemerintah. Dengan demikian akan tercipta kemandirian pangan di tingkatan masyarakat. Karena mereka yang selama ini jadi korban dengan tingginya harga pangan. Inipun membantu pemerintah dalam mengatasi masalah kesejahteraan, akibat tingginya harga pangan yang berimbas pada tingkat kesejahteraan,” ujar Andi Wijaya.

Menurut dia, secara produksi dan kebutuhan, sebenarnya di Tanggamus surplus cabai dan bawang merah. Sebab dari rumusan kebutuhan tiap orang berkeinginan mengkonsumsi cabai 2,9 kilogram/bulan dan bawang merah 2,1 kilogram/bulan. Sedangkan produksi rata-rata per tahun untuk keduanya, tiga ribu ton setahun. Namun cabai dan bawang merah bernilai ekonomis tinggi. Maka saat ada kebutuhan tinggi di luar daerah, keduanya dikirimkan ke luar daerah. Akhirnya di Tanggamus terkena dampak, karena stok berkurang lantas harga pun meninggi.

Selain melibatkan masyarakat sipil, Gertak Mata Babe pun akan melibatkan anggota TNI, yang selama ini sudah ikuti pelatihan menanam cabai dan bawang. Nantinya setiap anggota TNI diwajibkan menanam di 10 polybag. Dan hal itu sudah mulai dilakukan oleh anggota TNI. Selanjutnya tinggal diinstruksikan kepada semua camat supaya memerintahkan ke seluruh masyarakat untuk menanam cabai dan bawang merah di polybag atau pekarangan rumah masing-masing.

Selain untuk kebutuhan pangan, lanjut Andi Wijaya, cabai dan bawang merah juga untuk kebutuhan kesehatan dan bisa digunakan untuk obat tradisional sampai penambah libido. Anjuran dari manfaat kesehatan, nantinya digerakkan oleh Dinas Kesehatan, diteruskan ke puskesmas rawat inap, puskesmas induk, puskesmas pembantu, sampai bidan desa.

“Dari segi manfaat kesehatan, nanti tim kesehatan akan anjurkan masyarakat gunakan obat tradisional untuk penyakit ringan yang bahannya dari cabai dan bawang merah,” terang Andi Wijaya.

Kemudian Diskominfo Tanggamus pun nanti terlibat untuk menyukseskan Gertak Mata Babe, dengan segala penyiaran tentang tanaman cabai dan bawang merah. Kemudian juga akan membuka call center yang melayani tanya-jawab, terkait cara penanaman, manfaat, kendala penanaman dan lainnya.

“Dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa juga akan terlibat. Sebab hasil produksi tanaman masyarakat akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan pembuatan cabai kering. Karena ini bisa jadi peluang usaha dan BUMDes memerlukan usaha produktif,” terang Andi Wijaya.

Lalu Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, dia menambahkan, dituntut langsung terlibat langsung. Satker ini akan mengerahkan semua penyuluh untuk membimbing masyarakat cara menanam dan cara merawat tanaman cabai dan bawang. Nanti diarahkan juga tentang standar tanah, tingkat cahaya, mengatasi penyakit sampai pada cara agar produksinya banyak. Penyuluh nantinya keliling melatih masyarakat.

“Dinas ini pun akan memberi bantuan 10 polybag ke tiap rumah. Lalu menyalurkan bibit cabai ke petani untuk lahan tanam 100 hektare cabai dan 50 hektare bawang merah. Ini kaitannya untuk produksi hortikultura,” beber Andi Wijaya.

Terakhir, Dinas Pariwisata juga diminta untuk terlibat dalam program ini. Satker ini yang akan mencanangkan Kampung Pangan. Di sana akan dibina pembentukan pekon sebagai kampung pangan dan tempat rekreasi agrowisata. Pengunjungnya bisa berwisata dengan memetik dan menikmati langsung berbagai tanaman dari jenis buah dan sayur.(ayp)

News Reporter