Gerakan Lampung Utara Perduli Rohingya, Gelar Aksi Solidaritas, Dan Penggalangan Dana Untuk Rohingya

0
4860
views

TRANSLAMPUNG.COM

 

 

KOTABUMI – Gabungan Elemen Organisasi Mahasiswa dan Organisasi Kepemudaan yang yang tergabing dalam Gerakan lampung Utara Perduli Rohingya di Kabupaten Lampung Utara, Menggelar Aksi Solidaritas dan penggalangan dana, Di Tugu Payan Mas Kotabumi Jum,at (8/9)

Aksi Solidaritas  dan penggalangan dana untuk etnis Rohingya yang dilakukan oleh, HMI, PMII, IRM, Pemuda Pancasila, GMPK, Media  Masa, Dan para simpatisan dan Masyarakat Lampung Utara tersebut, di Kawal  oleh Polres Lampung Utara, yang ikut membantu mengamankan dan mengatur arus lalu lintas di Tugu Payan Mas Kotabumi.

Koordinator lapangan Rasyid dalam orasinya mengecam Pemerintah Myanmar yang telah bertindak secara keji dan biadab menyiksa dan membantai umat muslim di Rohingya.” Allah Akbar, Allah Akbar, Usir Kudataan besar Myanmar dari Indonesia Dan tarik Kedutaan Besar Indonesia di Myanmar,” Teriaknya

Hal senada disampaikan juga oleh perwakilan dari, HMI, PMII, IRM, GMPK, Dalam Orasinya  Para perwakilan dari OKP, Dan Organisasi Mahasiswa tersebut, Menyampaikan beberapa penyataan sikap diantaranya :

1. Mengutuk dan mengancam tindakan brutal tentara
Myanmar terhadap etnis muslim Rohingya

2. Meminta Pemerintah Pusat untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan cara mengusir duta
besar Myanmar dari Indonesia dan menarik duta besar Indonesia yang ada di Myanmar.

3. Meminta Dewan keamanan PBB untuk mendesak Myanmar memberhentikan aksi brutalisme yang Dilakukan oleh tentara Myanmar terhadap etnis
Muslim Rohingya

4. Mengeluarkan keanggotaan Myanmar dari anggota PBB dan Asean

5. Mencabut Nobel perdamaian yang diberikan kepada Presiden Myanmar

Dari pantauan translampung dilokasi, Beberapa sepanduk bertuliskan protes mengutuk tragedi yang terjadi di Ronghiya yang salah satunya bertuliskan,”  Sebagai bangsa beradab , Kami sangat membenci dan mengutuk praktik diskriminasi dan legalize genocide terhadap etnis rohingya yang dilakukan oleh Regime  De Facto  Aung San Suu Kyi. (Eka)