. . .

Genjot IPM dan Tekan Kemiskinan, BAPPEDA Tanggamus Ajak OPD Sinergi Terapkan SEPAKAT mulai 2019

image_print
LAUNCHING SEPAKAT: Inilah sistem yang mulai 2019 akan diimplementasikan oleh BAPPEDA Tanggamus untuk menyusun RENJA 2020, demi peningkatan IPM Tanggamus dan menekan kemiskinan. (Foto: IST)

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Tak hanya retorika belaka, tekat Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah setempat menggenjot peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus dilakukan. Upaya tersebut diwujudkan BAPPEDA, dengan proaktif terlibat dalam Launching Sistem Perencanaan, Penganggaran, Analisis, dan Evaluasi Kemiskinan Terpadu (SEPAKAT) di Jakarta.

Kepala BAPPEDA Tanggamus Hi. Hendra Wijaya Mega, yang diwakili Kepala Bidang Pendanaan Feri Septiawan mengatakan, peluncuran SEPAKAT besutan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, dilakukan Direktorat Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial.

Launching sistem tersebut dipimpin oleh Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan BAPPENAS Rl, Pungky Sumadi. Dia didampingi perwakilan dari Kedutaan Besar Australia yang merupakan Counselor Poverty and Social Development, Kristen Bishop. Kegiatan lingkup nasional itu dipusatkan di Auditorium Binakarna Hotel Bidara, Jakarta pada Selasa (8/5) malam.

“Acara (launching) dihadiri 34 Kepala BAPPEDA provinsi dan 77 Kepala BAPPEDA kabupaten/kota se-Indonesia,” ujar Feri Septiawan.

SEPAKAT, dia menjelaskan, merupakan sistem aplikasi yang menggabungkan data perencanaan, penganggaran, dan data terpadu untuk dianalisis sebagai perumusan kebijakan pengentasan kemiskinan yang berdasarkan bukti.

Pada tahap awal di tahun 2018, SEPAKAT telah diujicoba di Kabupaten Pacitan dan Bantaeng serta pelatihan di 7 provinsi dan 8 kabupaten/Kota. Diproyeksikan mulai tahun 2019, BAPPEDA provinsi dan kabupaten/kota seluruh lndonesia, dapat mengimplementasikan sistem itu secara total.

“Pemkab Tanggamus melalui BAPPEDA bersama seluruh stakeholder terkait, harus bersinergi dan bertekat meningkatkan IPM Kabupaten Tanggamus. Dan kami pastikan akan memakai SEPAKAT ini,” tegas Feri.

Pada bagian lain, Hendra Wijaya Mega mengaku sangat tercerahkan dengan adanya SEPAKAT. Sehingga dia pun menggaransi, BAPPEDA Tanggamus akan merapatkan barisan bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar 2019 nanti Pemkab Tanggamus sudah ready memanfaatkan aplikasi SEPAKAT.

“Tahun 2019, terutama dalam penyusunan Anggaran Tahun Rencana Kerja OPD 2020, kami pasti sudah terapkan aplikasi (SEPAKAT) ini. Bahkan untuk mendalami pemanfaatkan sistem ini, kami akan berguru langsung ke Pemkab Pacitan dan Pemkab Bantaeng sebagai kabupaten yang telah mengujicobanya,” tandas Hendra Wijaya Mega via pesan Messenger pada translampung.com Rabu (8/5) malam. (ayp)