. . .

Gempa Lombok, Tim SAR Kembali Temukan 1 Korban Tewas

image_print

TRANSLAMPUNG.COM – Tim SAR gabungan kembali menemukan korban tertimbun tanah longsor di Dompo Indah Kecamatan Kayangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Satu dari 4 korban atas nama Muhidin (33), warga setempat, berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim SAR, Selasa (14/8/) sekitar pukul 10.34 WITA.  Posisi korban, dari tebing rumahnya sekitar 20 meter dan terkubur longsor sedalam 2 meteran.

“Korban ditemukan dalam posisi duduk, kemudian kami evakuasi dan langsung kami serahkan ke bapak dan ibunya yang hadir dan menyaksikan langsung proses evakuasi,” jelas Kabasarnas Masdya TNI M Syaugi, didampingi Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Mayjen TNI Nugroho dan Kepala Kantor SAR Mataram selaku SMC I Ketut Sidakarya.

Dia mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban dan mohon didoakan agar 3 korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan. Setelah itu, jenderal bintang tiga tersebut kembali ke lokasi pencarian untuk memberikan intruksi maupun arahan-arahan teknis kepada Direktur Operasi Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryoaji. Tidak hanya itu, Kabasarnas juga memompa semangat tim SAR agar tetap semangat dalam mengampu misi kemanusiaan.

“Kalian adalah pahlawan-pahlawan kemanusiaan. Ini adalah tugas mulia dan amal pekerjaan ini akan menjadi pahala yang tidak terhingga. Saya memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja kalian yang luar biasa selama ini,” katanya.

Sementara perkembangam operasi SAR hari mengalami kemajuan signifikan. Tim SAR gabungan dengan berkekuatan 99 personil tersebut mengerahkan 2 alat berat eksavator di lokasi longsor. Dengan alat tersebut dan 5 alat penyembur air jenis alkon serta peralatan konvensional seperti cangkul dan sekop serta anjing pelacak milik Ditsatwa, diharapkan gundukan tanah longsor cepat terurai dan korban cepat ditemukan. Namun demikian, Kabasarnas tetap menekankan faktor safety.

“Saya melihat sendiri medannya. Tebing vertikal setinggi 30 sampai 50 meter persis diatas lokasi pencarian itu sangat beresiko longsor, mengingat adanya retakan-retakan besar di permukaan tebing,” tuturnya.

Locus pencarian tim SAR selanjutnya di dasar tebing persis dibawah rumah korban. Fokusnya 3 korban, masing-masing Lalu Hendra Ziriadi (33) dan kedua anak lelakinya, Lutfi (9) dan Fatih, yang baru berusia 1 tahun 7 bulan.

 

Sebelumnya, di dusun tersebut terdapat 4 korban jiwa tertimpa longsor akibat gempa bumi bermagnetudo 7 SR yang mengguncang Lombok Utara, Minggu (5/08/2018) malam. Gempa tersebut melongsorkan tanah pasir sekitar 25 meter di belakang rumah korban plus setengah rumah korban Hendra terbawa longsor, masuk ke dasar sungai sedalam 40 meter di bawahnya.

Sedangkan rumah Muhidin seluruhnya terbawa longsor. Akibat longsor tersebut, terbentuk tebing vertikal setinggi 30 meteran dan dua gundukan menyerupai bukit.  Sementara operasi pencarian 1 korban longsor di Dusun Busur Timur Desa Rempek Kecamatan Gangga hingga berita ini diturunkan belum membuahkan hasil. Tim SAR berkekuatan 56 personil gabungan ini juga melibatkan anjing pelacak milik Ditsatwa Polri untuk mencari korban.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Basarnas memberikan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi di Lombok Utara, Selasa (14/8). Sumbangan tersebut dikumpulkan dari 38 Kantor SAR dan Balai Diklat. Hasilnya, dibelanjakan sembako dan disalurkan ke posko bantuan gempa Lombok Utara selanjutnya diterbangkan via Bandara Halim Perdanakusumah.

“Meskipun jumlahnya tidak seberapa, tapi ini sebagai bentuk kepedulian DWP Basarnas kepada anggota atau staf di Kantor SAR Mataram khususnya, dan kepada seluruh masyarakat Lombok Utara pada umumnya,” kata Kabasarnas Masdya TNI M Syaugi. Secara simbolis, bantuan diserahkan kepada Kepala Kantor SAR Mataram, I Nyoman Sidakarya. (LAN/FIN)

error: Content is protected !!