. . .

Gelar Pengajian Bersama Cegah Paham Radikalisme

image_print

Kesbang Pol Lamsel dan Pondok Pesantren

TRANSLAMPUNG.COM, JATI AGUNG – Tingkat rasa ukhuwah Islamiyah untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Masyarakat Jati Agung dan Pondok pesantren Al Huda, gelar pengajian bersama untuk menyambut Hari Raya Idul Adha yang sebentar lagi dilaksanakan.

“Manusia tempat orang yang salah, kalau ada orang yang salah cukup diobatin. Jangan sampai membela aliran sampai memutuskan persaudaraan. Kita memiliki tuhan Allah, bukan tuhan manusia. Kenapa sekarang ini banyak tuhan agama atau aliran. Jadi tuhan kita Allah, bukan aliran,” kata KH. Ahmad Abib, Pimpinan Ponpes Al Huda dihadapan 270 jamaah yang hadir di Masjid Nurul Isalam, Desa Banjar Agung, Kecamatan Jati Agung, Senin (30/7).

Kenapa membunuh sesama manusia masih terjadi, lanjut dia, karena masih ada aliran kepercayaan. Berkelompok dan berorganisasi  tidak ada larangan, tetapi kita sama menjaga persatuan dan kesatuan.

Sebagai umat muslim kegiatan keagamaan yang positif, seperti sholat berjamaah dimesjid.

“Oleh karena itu, mari kita menjaga persatuan dan perbedaan jangan sampai diributkan dan permasalahankan. Ada orang menggunakan jenggot dan pakaiannya, tetapi kita lihat hatinya. Jangan disalahkan orang memelihara jenggot, jenggot adalah sunnah dan ajaran Nabi SAW,” ujar dia.

Selian itu, ditambahkan dia jangan dibedakan menggunakan jilbab yang besar dengan yang biasa, asalnya jangan pakai jilbab dengan pakaian yang ketat itu salah. Jadi pemakaian jilbab besar dengan panjang tidak usah dibedakan.

“Kami berharap Kesbangpol Lamsel, terus mengadakan kegiatan pengajian  seperti ini tidak hanya di Desa Banjar Agung, tetapi desa-desa lain juga diadakan seperti ini,” harapnya.

Sementara itu, Indra Sunandar, Sekertaris Kesbangpol Lampung Selatan mengatakan pengajian Akbar merupakan silaturrahmi dengan masyarakat  Desa Banjar Agung Kec. Jati Agung Lampung Selatan. Ini bertujuan ukhuwah Islamiyah dan menjaga persatuan dan kesatuan.  Acara ini, sengaja dilakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan.

“Paham Radikalisme yang merupakan salah satu paham yang bertentang dengan Negara Indonesia. Siapa yang yang bertentangan dengan itu, maka dia paham radikalisme. Bangsa Indonesia sangat kuat dan negara terbesar umat islam didunia, untuk itu kita bersatu tidak ada perpecahan antar umat,” kata dia.

Acara pengajian seperti ini, selalu dilakukan bukan hanya di Desa Banjar Agung saja, namun kita lakukan di kecamatan – kecamatan lainnya.

“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan. Terorisme sering mengatasnamakan Pondok, tetapi Pondok tidak pernah mengajarkan tetang terorisme,” pungkasnya.(jhn/hkw)