Geger! Jenazah Bayi Dibawa Pulang dengan Angkot, Ini Klarifikasi RSUDAM

0
393
views
Nyonya Delvasari saat membawa jenazah bayinya dengan menumpang angkot. (ist)

TRANSLAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG – Warga Lampung dikejutkan dengan  info di media sosial, tentang seorang ibu asal Lampung Utara membawa pulang jenazah bayinya ke kabupaten tersebut, dengan menumpang angkutan kota (Angkot), Rabu (20/9/2017).

Itu karena pihak keluarga bayi tidak mendapat ambulans dari Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) milik pemerintah provinsi (Pemprov) setempat.

Menanggapi hal itu, manajemen RSUDAM angkat bicara dan menyatakan jika pihaknya sudah menyediakan satu unit ambulans, untuk mengantar bayi Nyonya Delvasari ke Kampung Gedung Nyapah, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara.

Namun karena ada sedikit masalah terkait administrasi yang belum selesai diurus, pihak keluarga bayi tidak sabar, lalu meninggalkan ambulans dan memilih naik angkutan umum.

Direktur Pelayanan RSUDAM, Pad Dilangga, menjelaskan, terkait maraknya informasi di media sosial yang mengunggah foto seorang ibu menggendong bayi meninggal naik angkot jurusan Tanjungkarang-Rajabasa, menyatakan jika hal itu sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Setiap pasien meninggal disediakan ambulans untuk mengantar ke rumah duka.

“Pasien (bayi) tersebut meninggal di ruang ICU sekitar pukul 15.15 WIB, dan keluarga menerima musibah ini. Sesuai SOP, kita akan pulangkan jenazah dengan ambulans. Keluarga sudah mengurus, lalu jenazah dibawa ke ambulans. Tetapi ada sedikit masalah administrasi,” kata Pad Dilangga, di Ruang ICU RSUDAM, Rabu malam.

Menurutnya, masalah administrasi tersebut, karena petugas ambulans menemukan data tidak pas, lalu memanggil orang tua jenazah untuk minta waktu menyelesaikannya.

“Siapa pun yang akan pulang dari RSUDAM harus tertib administrasi. Mungkin keluarga kurang sabar menunggu,” jelas Pad Dilangga.

Masalahnya, lanjut dia, bayi berusia satu bulan 10 hari tersebut belum memiliki nama ketika dirujuk ke RSUDAM dan masih memakai nama ibunya.

Sedangkan keluarga memakai fasilitas BPJS. Nama yang tercantum di BPJS Berlin Istana. Sedangkan yang terdaftar di RSUDAM bayi Nyonya Delvasari. Di dalam Kartu Keluarga pun nama bayi tersebut belum terdaftar.

“Masalah inilah yang ingin diklarifikasi petugas ambulans, dengan meminta waktu sebentar sebelum berangkat. Ini memang SOP rumah sakit. Mungkin karena keluaga buru-buru ingin pulang. Padahal posisi ambulans saat itu di pintu keluar rumah sakit,” kata Pad Dilangga.

Padahal, setiap pasien yang meninggal dunia, petugas ICU otomatis memanggil petugas ambulans untuk mengantarkan jenazah.

“Jadi, tidak ada jenazah keluar tanpa ambulans dari rumah sakit,” kata Pad Dilangga.

Senada, petugas ambulans RSUDAM, Jhon Sinaga, mengatakan, awalnya keluarga datang ke ruang ambulans membawa berkas. Petugas kemudian menulis surat jalan.

“Saat itu saya langsung memarkir ambulans dan siap berangkat. Keluarga membawa jenazah masuk ambulans. Namun di dalam berkas ada kesalahan dan kami meminta waktu agar bersabar. Saat itu, keluarga sudah berada di dalam ambulans,” kata dia.

Namun sekira pukul 16.00 WIB, keluarga meninggalkan ambulans tanpa menunggu penyelesaian masalah administrasi dicek ulang.

Untuk diketahui, bayi Nyonya Delvasari masuk RSUDAM pada Senin (18/9) dan dirawat di Ruang Anak ‘Alamanda’ dengan diagnosis asfiksia berat dan kejang.

Lalu pada Rabu (20/9) sekira pukul 10.30 WIB, pasien dialih rawat ke ruang ICU. Kemudian sekitar pukul 15.15 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Petugas ruangan lalu menghubungi pool mobil jenazah dan meminta keluarga mengurusnya. Namun karena ada perbedaan identitas pada kartu BPJS, petugas mobil jenazah melakukan klarifikasi dan koordinasi terlebih dahulu.

Tetapi keluarga langsung kembali ke ruang ICU dan membawa jenazah, seraya menyampaikan kepada petugas ruangan akan membawa pulang jenazah bayinya.

Petugas ruangan pun mengizinkan, karena berpikir sudah tersedia mobil jenazah.

Namun beberapa waktu kemudian, petugas mobil jenazah datang ke ICU untuk membawa jenazah anak tersebut.

Pihak RSUDAM baru mengetahui jika pihak keluarga bayi membawa jenazah anaknya tersebut bukan dengan fasilitas mobil jenazah milik rumah sakit. (*)