Gawat, BPBD Tanggamus Belum Punya Alat Berat!

0
92
views

TRANSLAMPUNG.COM, KOTAAGUNG – Sebagai kabupaten yang wilayahnya berada di atas jalur lempeng bumi bernama Sesar Semangko, Tanggamus adalah salah satu daerah di Lampung yang sangat rawan terkena bencana alam. Namun sangat disayangkan, kondisi tersebut tak diimbangi dengan kesiapan dalam menghadapi atau mengatasi bencana alam. Pasalnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus saat ini belum memiliki alat berat untuk tanggap bencana.

Kondisi itulah yang membuat BPBD Tanggamus masih sangat minim dalam menghadapi kondisi tanggap darurat. Kasi Kedaruratan BPBD Tanggamus Halimi mengakui, bahwa instansi yang seharusnya berada paling depan ketika bencana alam terjadi, justru masih riskan dalam memberikan penanganan tanggap darurat.

Sampai saat ini, Halimi membeberkan, BPBD Tanggamus belum memiliki alat berat tanggap bencana, seperti eksavator dan mobil dump truck. Padahal, alat berat tersebut dinilai sangat membantu, ketika sewaktu-waktu bencana alam seperti gempa bumi, banjir, atau tanah longsor terjadi. Akibat belum tersedia alat berat, jika sewaktu-waktu dibutuhkan, BPBD harus menyewa alat berat dari pihak lain.

“Kami akui jika BPBD Tanggamus masih kekurangan peralatan yang dapat membantu tugas dan peranan kami dalam menanggulangi setiap bencana alam. Dengan adanya alat berat seperti eskavator dan dump truck tentu saja sangat membantu, khususnya seperti bencana tanah longsor,” jelas Halimi.‎

Ia menjelaskan bahwa, sumber daya manusia (SDM) BPBD telah memenuhi kriteria seperti yang diharapkan pusat. Bahkan, Badan SAR Nasional (Basarnas) Pusat telah mengapresiasi kinerja BPBD Tanggamus dan akan membuat Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah Tanggamus.

“Kalau SDM sudah sangat mumpuni. Artinya untuk personil sudah mencukupi, jika tidak terjadi bencana alam secara bersamaan. Kami mendapatkan kabar dari Pusat jika tahun depan (2018), mereka akan membangun Kantor UPT di Tanggamus. Jika direalisasikan, kemungkinan besar akan ada helikopter untuk tanggap bencana. Itu adalah kabar baik,” ujar Halimi.

Dirinya juga menambahkan, saat cuti bersama selama Lebaran lalu, dia bersama Tim Tanggap Bencana (Tagana) siaga menjaga setiap area destinasi wisata di Tanggamus. Tujuannya tak lain, untuk meminimalisir korban tenggelam atau hanyut saat berlibur di area pantai atau air terjun.

Alhamdulillah, tak ada korban jiwa saat libur Lebaran tahun ini. Walaupun para pengunjung ramai, mereka menaati aturan yang berlaku. Kami juga memberikan arahan dan peringatan kepada mereka. Keberhasilan ini tak lain berkat kerjasama tim,” tandas Halimi seraya berharap kebutuhan alat berat BPBD Tanggamus bisa dipenuhi. (ayp)