Gantikan Ary, Khadafi Nakhodai Kadin Lampung

0
447
views
Muhammad Khadafi (setelan jas) dan Ary Meizari Alfian saat Musyawarah Provinsi Kadin Lampung ke-VI. (ist)

TRANSLAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG – Melalui Musyawarah Provinsi (Muprov) ke-VI Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Lampung, Muhammad Khadafi didapuk sebagai ketua umum (Ketum) untuk masa bakti 2017-2022.

Muprov yang dibuka Gubernur Lampung, diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Hery Suliyanto tersebut juga membahas program kerja lima tahun mendatang.

Khadafi yang menjabat rektor Universitas Malahayati (Unimal) menjadi calon tunggal, dalam Muprov yang digelar di Ballroom, Hotel Novotel, Rabu (20/9/2017).

Sedangkan ketua umum sebelumnya, Ary Meizari Alfian, tidak mencalonkan diri lagi.

Panitia Penyelenggara Muprov VI Kadin Lampung, Yuria Putra Tubarad, menjelaskan, kegiatan ini dihadiri oleh anggota luar biasa dan biasa,.

“Kemudian juga akan dilaksanakan hingga malam, diakhiri dengan pelantikan ketua Kadin Provinsi Lampung,” kata dia.

Hadir dalam Muprov tersebut pengurus Kadin pusat Anindya Bakrie, selaku ketua bidang organisasi Kadin, para pengurus Kadin Lampung, serta beberapa mahasiswa Unimal.

Sementara, Muhammad Khadafi mengatakan jika menjadi ketua umum Kadin Lampung bukan tujuannya.

“Namun bagaimana Kadin Lampung bisa lebih berperan dalam mendukung program pemerintah provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya.

Khadafi berjanji akan fokus meningkatkan peran Kadin Lampung, untuk bermitra dengan para pemangku kepentingan, dalam meningkatkan daya saing Lampung.

Ketua Umum Kadin Lampung sebelumnya, Ary Meizari Alfian mengatakan, Muprov adalah sarana dalam menetapkan program umum, memilih dewan penasehat, dewan pertimbangan dan pengurus.

“Muprov merupakan lembaga kekuasan tertinggi dalam memberikan penilaian terhadap dewan pengurus,” ungkapnya.

Ary berharap, Kadin Lampung mengakomodir para pelaku usaha, serta para pengurus yang baru dapat berkontribusi kerja secara nyata.

“Kadin Lampung juga diharapkan dapat memberi dan diberi peran oleh pemerintah, demi kemajuan provinsi ini,” imbaunya.

Putra pendiri Perguruan Tinggi Darmajaya, sekaligus ketua Pemuda Pancasila (PP) Kota Bandarlampung itu juga memohon maaf, jika ada program Kadin Lampung semasa kepemimpinannya yang belum terealisasi. (r2/fik)