Gandeng Kadin Aljazair di Bidang Pariwisata dan Perdagangan

0
64
views
KESEPAKATAN: Kadin Provinsi Lampung menandatangani nota kesepakatan kerja dengan Kamar Dagang dan Industri Daerah Tikjda, Provinsi Boira, Republik Demokrasi Rakyat Aljazair, di Ruang Rapat Utama Gubernur Lampung, Senin (10/7).

TRANSLAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG- Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi Lampung menandatangani nota kesepakatan kerja dengan Kamar Dagang dan Industri Daerah Tikjda, Provinsi Boira, Republik Demokrasi Rakyat Aljazair, di Ruang Rapat Utama Gubernur Lampung, Senin (10/7/2017). Kerja sama ini untuk peningkatan hubungan pariwisata, perdagangan, dan perindustrian.

Menurut Ketua Kadin Provinsi Lampung, Ary Meizari Alfian, lewat memorandum of understanding (MoU) kedua belah pihak bekerja sama, saling bertukar informasi dan gagasan pengembangan investasi di kedua negara khususnya Provinsi Lampung dan Provinsi Bouira.

Ari berharap dengan MoU kerjasama dapat mengurangi permasalahan yang dihadapi Provinsi Lampung. Salah satunya industri pengolahan bahan pangan. “Kita berharap kunjungan delegasi dagang Alzajair melakukan investasi khususnya pada sektor industri pengolahan pangan dan pariwisata,” kata Ary Meizari Alfian.

Kadin Lampung menargetkan MoU ini merupakan titik awal peningkatkan industri perdagangan Lampung. Targetnya tahun depan paling tidak Lampung bisa mengekspor hasil sumber alam seperti biji kopi, lada, dan komoditas unggulan lain ke Aljazair.

Gubernur Lampung melalui Asisten Bidang Admistrasi Umum Setda Provinsi Lampung Hamartoni Ahadis mengatakan, pihaknya menyambut baik kunjungan Gubernur Bouira dan rombongan ke Lampung. Gubernur berharap kerja sama yang terjalin dapat terus ditingkatkan di berbagai sektor dan saling menguntungkan kedua belah pihak.

Menjawab hal tersebut Gubernur Provinsi Bouira, Cherifi Mouloud, mengatakan rasa terima kasih atas penyambutan Pemerintah Provinsi Lampung. “Insya Alloh kita akan melakukan kerja sama yang mengutungkan antar Indonesia dan Aljazair khususnya Provinsi Lampung dan Provinsi Bouira,” ujar Mouloud.

Di sisi lain, Duta Besar Indonesia untuk Aljazair, Safira Macrusah, mengatakan Indonesia dan Aljazair memiliki hubungan kedekatan yang berlangsung sejak lama. Dia berharap MoU ini dapat menjadi langkah awal berbagai kerjasama Indonesia dan Aljazair.

Kunjungan Kerja Provinsi Bouira yang dipimpin Gubernur Bouira Cherifi Mouloud tersebut dijadwalkan akan berlangsung selama empat hari dari 10-13 Juli 2017 di Lampung dan Lampung Timur. Rombongan antara lain mengunjungi PT Nestle, PT Nusantara Tropika Farm, meninjau Taman Nasional Way Kambas, peternakan PT Austasia Stockfeed di Jabung, dan budidaya jamur di Sekampung Udik. (*)