Gandeng ASITA, Jadikan Lamteng Destinasi Wisata

TRANSLAMPUNG.COM, GUNUNGSUGIH – Sejumlah konsep telah disiapkan untuk menjadikan Lampung Tengah (Lamteng) sebagai destinasi wisata di Lampung. Sebagai bentuk promosi, Lamteng juga akan menggandeng Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia.

Kabupaten Lamteng yang berada pada jalur Jalan Lintas Sumatera memiliki posisi strategis dan menguntungkan. Karena Lamteng menjadi persinggahan atau tempat transit bagi pengguna kendaraan yang akan menuju ke berbagai daerah di Pulau Sumatera.

Kepala Dinas Pariwisata Lamteng Mardiana Syaiful mengatakan, sudah memiliki beberapa konsep Lamteng sebagai destinasi wisata. Pertama yakni membangun rest area sekaligus sebagai tempat wisata kuliner yang berada di Lapangan Merdeka Gunung sugih atau tidak jauh dari Tugu Pepadun Gunungsugih. Mengingat Lamteng sebagai daerah persinggahan dan transit kendaraan yang akan menuju ke sejumlah daerah di Sumatera dan ataupun sebaliknya.

Selanjutnya konsep kedua yaitu membangun rest area di halaman Masjid Istiqlal Bandarjaya. “Rest area ini merupakan gagasan Bupati Lamteng Lamteng dimana Lamteng sebagai daerah persinggahan. Untuk di Masjid Istiqlal Bandarjaya pada lokasi rest area akan dibuatkan taman dan wisata kuliner,” kata Mardiana.

Selanjutnya konsep ketiga adalah membangun sembilan patung gajah di persimpangan Gunungsugih atau berdekatan dengan Kantor Badan Pertanahan Nasional Lamteng. Sembilan patung gajah itu melambangkan sembilan kebuayan yang ada. Di sekitar patung gajah itu direncanakan dibangun juga rumah informasi. Sehingga pengendara kendaraan bermotor bisa mendapatkan informasi tentang obyek wisata atau kuliner di Lamteng dan atau di kabupaten lain yang berbatasan dengan Lamteng.

“Rumah informasi menyajikan informasi tentang lokasi wisata atau hotel di Lamteng dan luar kabupaten. Ini nantinya bisa sangat membantu bagi pengguna kendaraan yang akan bepergian untuk berwisata. Karena informasi tentang wisata bisa langsung klik. InsyaAllah, tahun 2017 ini rest area dan rumah informasi bisa terealisasi. Mungkin nanti akan diajukan di anggaran perubahan,” terangnya.

Kedepan, jika pembangunan rest area telah selesai, sambung Mardiana, pihaknya akan berusaha mempromosikan wisata di Lamteng dengan menggandeng Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia. Kemudian dari kunjungan wisatawan, akan ditawarkan paket wisata.

Disamping itu, Lamteng memiliki beberapa objek wisata alam yang cukup bagus. Wisata alam, dikatakan Mardiana, merupakan program jangka panjang Dinas Pariwisata. Ia pun telah mempunyai gagasan untuk program jangka panjang, yakni membuat wisata edukasi seperti agrowisata dilengkapi tanaman buah-buahan dan toga. Harapannya, siswa bisa belajar langsung mengenal tanaman.

“Untuk agrowisata edukasi ini kita sedang menyiapkan lahan. InsyaAllah di Kementerian Bidang Pariwisata ada dana DAK. Tapi, syaratnya kita perlu menyusun Rencana Induk Pembangunan Daerah (RIPDA) lebih dulu. Jadi, RIPDA itu yang akan kita buat dulu dan menyiapkan lahan. Intinya, kalau sudah kita benahi semua, yang jelas kita bisa jual wisatanya,” beber Mardiana.

Bulan Juli nanti dijadwalkan ada pemberian gelar adat kepada seluruh kepala kampung. Pemberian adat ini menjadi perhatian khalayak ramai. Pemkab Lamteng akan mengundang sejumlah tamu dari kedutaan besar negara lain dan tamu undangan dari Jakarta maupun lokal. Ia berharap, momentum pemberian gelar massal dapat menjadi pusat wisata. (jar/rid/tnn)

News Reporter