Gambar Samsul Hadi Tak Luput dari Penertiban Sat Pol PP

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Terselip cerita menarik di balik “pembersihan” alat sosialisasi dan publikasi calon yang menjadi peserta Pilkada Tanggamus 2018. Pasalnya Satuan Polisi Pamong Praja Tanggamus yang sudah melakukan penurunan alat sosialisasi sejak Kamis (15/2) lalu, gencar menurunkan gambar mantan Bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi.

Kepala Satuan Pol PP Tanggamus Yumin membenarkan, penurunan semua jenis alat sosialisasi dan publikasi calon peserta Pilkada Tanggamus sudah dilakukan sejak 15 Februari lalu bersama Panitia Pengawas Pemilu setempat. Dan diupayakan sampai seluruhnya bersih.

“Penurunan itu setiap hari, tapi dibagi satu lokasi. Sebab personel juga terbatas, maka tidak bisa seluruhnya diturunkan dalam satu waktu,” ujar Yumin, Kamis (22/2).

Penurunan ini, kata dia, juga atas rekomendasi dari Panwaslu Tanggamus. Jika lebih dari 15 Februari, maka Sat Pol PP Tanggamus harus turunkan paksa seluruh alat sosialisasi calon pilkada, baik itu calon Pilkada Tanggamus maupun calon Pilkada Lampung.

“Sehingga kalau kesannya gimana-gimana, karena anggota (Pol PP) menurunkan gambar Pak Samsul Hadi, ya tolong jangan negatif. Karena memang sudah aturannya begitu, jadi ya harus diturunkan (gambar) Beliau,” ungkap Yumin.

Penurunan diputuskan setelah Panwaslu Tanggamus, KPU, tim dari calon dan partai politik melakukan kesepakatan bersama, bahwa pada 15 Februari 2018 alat sosialisasi calon digantikan dengan alat peraga kampanye yang sesuai ketentuan KPU Tanggamus. Jika tidak diturunkan, maka diturunkan paksa oleh Sat Pol PP Tanggamus.

Sedangkan dari Sat Pol PP alasan penurunan didasari pelaksanaan peraturan daerah tentang ketertiban umum. Dalam aturan tersebut, Sat Pol PP wajib menurunkan media sosialisi apapun bentuknya yang menganggu ketertiban umum.

Yumin mengaku, selain alat sosialisasi calon, anggotanya juga menurunkan alat publikasi yang masih ada gambar mantan Bupati Tanggamus, Samsul Hadi. Sebab terhitung sejak 15 Februari lalu, masa jabatan Samsul sudah habis. Lantas kini juga sudah ada Pelaksana Harian (Plh) Bupati Tanggamus, Andi Wijaya. Maka gambar Samsul Hadi harus diturunkan.

“Memang gambar Pak Samsul Hadi itu mencerminkan dirinya Bupati Tanggamus. Tapi itu saat masih jadi bupati. Nah sekarang jabatan Beliau sudah habis masanya, maka bukan lagi bupati,” tegas Yumin.

Dalam hal ini, kepada pihak manapun juga diminta agar menurunkan gambar Samsul Hadi yang masih terpasang mengatasnamakan Bupati Tanggamus. Sebab banyak gambar seperti itu terpasang di sekolah, balai pekon, dan sarana kesehatan. Dasarnya adalah kini Samsul Hadi bukan lagi Bupati Tanggamus.

Dalam eksekusi penurunan alat sosialisasi maupun publikasi calon kepala daerah, Yumin mengaku ada kendala. Terutama gambar-gambar yang dipasang di media billboard yang tinggi. Bahkan ada juga yang menempel dengan jaringan listrik dan berbahaya bagi petugas yang akan melakukan penurunan.

“Untuk yang seperti itu, kami minta tolong ke Dinas Perhubungan Tanggamus karena miliki kendaraan skylift yang bisa menjangkau sampai atas,” tandas Yumin. (ayp) 

 

 

News Reporter