Fotocell Dicuri, Traffic Warning Gisting ‘Bisu’

0
437
views

TRANSLAMPUNG.COM, KOTAAGUNG – Banyak rambu lalulintas milik Dinas Perhubungan (Dishub) Tanggamus di sepanjang Jalan Lintas Barat (Jalinbar), yang hilang maupun rusak. Dishub sendiri mengakui, banyak rambu lalulintas yang rusak maupun hilang, adalah akibat ulah tangan jahil. Contohnya adalah tidak berfungsinya traffic warning yang terpasang di pertigaan Pekon Kutadalom, Kecamatan Gisting.

Hal itu dibenarkan Kepala Dishub Tanggamus Rizal Pahlevi. Menurut dia, untuk traffic warning di Jalan Break Mayer Kutadalom tidak berfungsi lantaran fotocell-nya hilang dicuri oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

“Iya hilang dicuri. Traffic warning itukan tenaga surya yang mengandalkan fotocell. Fungsinya sebagai baterai. Dan kini fotocell-nya hilang. Karena fotocell-nya hilang, accu-nya tidak bisa mengisi ulang,” ujar Rizal, kemarin (16/2).

Traffic warning tersebut, lanjut Rizal, merupakan bantuan dari Dishub Provinsi Lampung tahun 2016 lalu. Ia juga menduga bahwa yang mencuri fotocell adalah orang yang mengerti dan paham bagaimana cara mengambilnya. Beradasarkan informasi yang dia terima, fotocell itu digunakan di areal perkebunan yang tidak ada listriknya.

“Peristiwa pencurian ini juga sudah kami laporkan ke polisi,” tegas Rizal.

Kemudian saat disinggung mengenai langkah perbaikan terhadap traffic warning, mantan Kasatpol PP itu mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada Dishub Provinsi Lampung. Karena yang melakukan pengadaan adalah Dishub Provinsi Lampung, maka urusan perbaikan adalah wewenang mereka.

“Yang jelas kami sudah lapor. Untuk teknisnya seperti apa kami juga kurang paham. Kalau ada yang jual suku cadang fotocell, tentu yang diganti adalah fotocell-nya saja. Tapi kalau tidak ada, ya, mau tidak mau harus sepaket dengan tiang berikut lampunya,” ungkap Rizal.

Dia juga mengungkapkan, kerusakan tidak hanya pada traffic warning, melainkan rambu-rambu lain juga banyak kondisinya yang rusak. Untuk itu ia mengimbau masyarakat agar merawat dan menjaga rambu lalulintas atau rampu apapun dengan baik.

“Contohnya delineator, yaitu stiker merah pemantul cahaya banyak hilang dilepas orang, belum lagi rambu-rabu lalulintas yang penyok dan roboh karena ditabrak mobil. Nah untuk itulah masyarakat harus menjaga aset negara, itu penting untuk keselamatan para pengguna jalan,” imbau Rizal.?

Untuk tahun ini, pihak dishub menyatakan belum dapat memastikan apakah ada pengadaan rambu atau tidak. Karena soal pengadaan rambu, ada mekanismenya, biasanya diawali dari survey lapangan dulu, untuk menetukan di mana titik-titik rawan. Setelah data dikumpulkan, maka selanjutnya dimasukan ke dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA).

“Sepertinya tahun ini memang ada RKA untuk pengadaan rambu ataupun lampu. Namun untuk detail jelasnya saya kurang paham,” tandas Rizal.(ayp)