FKK 124 – 27/7/1996 All Out Dukung dan Kawal Rekomendasi dari DPP PDI-P untuk Nuzul Irsan – Samsul Hadi

0
439
views
SIMBOLISME DUKUNGAN: Balonwabup Hi. Nuzul Irsan (kemeja kotak-kotak) bersalaman komando dengan Ketua Umum FKK 124 - 27 Juli 1996 Kuncoro sebagai simbolis dukungan dari FKK untuk Nuzul Irsan dan Samsul Hadi, yang didampingi Bendahara FKK Ali Husein (paling kiri) dan Punggawa Orang Indonesia (OI) sekaligus gitaris Iwan Fals (paling kanan). (Foto: AYP)

 

translampung.com, TANGGAMUS – Jelang Pemilihan Kepala Daerah Tanggamus 2018, kontestasi politik semakin ketat. Masing-masing bakal calon (balon) bupati maupun balon wakil bupati gencar melakukan lobi-lobi politik untuk menggalang dukungan. Demikian juga dengan Hi. Nuzul Irsan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tanggamus itu berhasil mengantongi dukungan dari Forum Komunikasi Kerukunan (FKK) 124 – 27 Juli 1996. Bertempat di Kecamatan Gisting, FKK secara terbuka menegaskan siap mendukung penuh dan mengawal agar rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan diberikan pada Samsul Hadi – Nuzul Irsan.

Ketua Umum FKK 124 – 27 Juli 1996 Kuncoro saat pertemuan dengan Nuzul Irsan pada Sabtu (9/9) mengatakan, FKK 124 – 27 Juli 1996 merupakan kader militan PDI Perjuangan. Pada tahun 1996 silam, FKK adalah korban yang terlibat langsung perebutan Kantor PDI Perjuangan.

Bendahara FKK Ali Husein juga menyebutkan, di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Tanggamus ada salah satu kelompok yang membuat sekat-sekat sehingga berdampak pada perpecahan kongsi pada internal partai besutan Megawati Soekarnoputri itu di Tanggamus.

“Nggak hanya itu, kami merasa ada sistem pembunuhan karakter di DPC PDI Perjuangan Tanggamus yang selama ini belum diketahui DPP. Akhirnya, isu yang berkembang dan dibawa ke DPP itu hanyalah sepihak. Ini tentunya merusak soliditas PDI Perjuangan untuk mencapai kemenangan Pilkada 2018 mendatang,” ujar Ali Husein.

Lebih lanjut pria berdarah timur itu membeberkan, sudah dua kali pilkada PDI Perjuangan selalu kalah akibat salah strategi. Dan situasi tersebut menjadi pukulan telak bagi partai besar tersebut. PDI Perjuangan punya hak de facto sebagai partai.

“Jadi yang punya hak de facto mengurus secara hukum dan historis partai adalah FKK 124 – 27 Juli 1996 dan Ibu Megawati. Makanya kami datang ke Tanggamus hari ini agar persoalan di DPC PDI Perjuangan Tanggamus tidak membias dan untuk mengkaji lebih mendalam serta menelaah persoalan yang ada. Setelah itu, hasil kunjungan kami ini akan kami laporkan ke Ibu Megawati,” ungkap Ali Husein.

Disinggung soal alasan FKK lebih memilih mendukung Nuzul Irsan, Ali Husein mengatakan, pertama Nuzul adalah kader PDI Perjuangan dan juga orang lama dan loyalitasnya pada partai tidak perlu diragukan lagi. Kedua, dari hasil Rapat Pleno Pimpinan Anak Cabang (PAC), dari 20 PAC di Tanggamus, sebanyak 14 PAC dengan tegas menyatakan mendukung Nuzul Irsan.

“Ini menjadi bukti nyata yang dapat mempengaruhi nilai untuk direkomendasikan. Jika (rekomendasi) dari DPP tidak diberikan pada Bapak Nuzul Irsan, maka kami yakin akan berdampak buruk bagi PDI Perjuangan ke depannya. Itulah yang menjadi acuan kami,” ujar Ali Husein.

Melihat keseriusan FKK 124 – 27 Juli 1996 siap mendukung penuh dirinya bersama Samsul Hadi, Nuzul Irsan mengucapkan terimakasihnya dan sangat mengapresiasi komitmen FKK. Terlebih keseriusan itu diwujudkan dengan kedatangan FKK langsung ke Kabupaten Tanggamus.

Dengan demikian Nuzul berharap, FKK bisa mensurvei langsung hingga pada ‘akar rumput’ untuk melihat elektabilitas dirinya. Selain itu, turunnya langsung FKK ke Tanggamus juga dapat membantu mereka mengetahui secara langsung dan objektif bagaimana kondisi sebenarnya di tubuh DPC PDI Perjuangan Tanggamus. Bukan hanya mengetahui dari salah satu pihak.

“Saya sangat bersyukur atas kunjungan teman-teman FKK 124 ke Tanggamus. Dan saya juga sangat mengapresiasi dukungan kalian untuk saya dan Pak Samsul Hadi pada Pilkada Tanggamus 2018. Satu hal yang penting, jika saya dipercaya masyarakat untuk memimpin Tanggamus lima tahun ke depan, saya jamin hubungan suasana kekeluargaan seperti ini tidak akan berubah. Saya mohon doa dan dukungan kawan-kawan semua, termasuk rekan-rekan wartawan dan masyarakat Tanggamus, mari kita ciptakan Tanggamus yang lebih baik dan lebih sejahtera,” pungkas pria yang akrab disapa Odo Nuzul itu pada translampung.com.

Selengkapnya baca Trans Lampung edisi Senin 11 September 2017. (ayp)